TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Umum Ikatan Alumni Certified Securities Analyst, Reza Priyambada, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mudah melemah jika sentimen yang ada tidak cukup kuat pada pekan depan. Kondisi ini ia gambarkan dengan kondisi rawan. "Terutama dari regional dan belum jelasnya arah politik dalam negeri pasca pemilihan umum legislatif. Namun masih ada peluang pembalikan arah meski tipis," katanya dalam analisanya, Minggu, 13 April 2014.
Pada perdagangan Senin, 14 april 2014 nanti, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4720-4800 dan resisten 4835-4844. Kondisi ini menggambarkan Indeks masih membuka peluang kenaikan lanjutan jika didukung oleh sentimen yang ada, terutama dari regional.
IHSG selama sepekan lalu mengalami penurunan -41,37 poin (-0,85 persen) atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang naik 89,67 poin (+1,88 persen). Semua indeks utama merah di mana pelemahan dipimpin indeks DBX (-1,09 persen) diikuti indeks IDX30 (-0,89 persen), indeks MBX (-0,81 persen), dan indeks utama lainnya.
Sementara indeks sektoral mayoritas bergerak melemah kecuali indeks perkebunan yang mengalami kenaikan +1,28 persen; indeks pertambangan +2,54 persen; dan indeks konsumer dan infrastruktur yang masing-masing naik +1,02 persen dan 0,71 persen. Adapun pelemahan dipimpin indeks properti yang turun -6,56 persen diikuti indeks aneka industri (-1,91 persen), indeks industri dasar (-2,74 persen), dan lainnya.
Sementara itu laju nilai tukar rupiah ambruk sepanjang pekan kemarin. Ternyata pasca dirilis BI rate yang tetap di level 7,5 persen, laju nilai tukar rupiah justru melemah berbarengan dengan melemahnya sejumlah mata uang Asia, terutama Yuan seiring dengan adanya potensi perlambatan di Cina.
Rupiah masih melanjutkan aksi jual setelah menguat dalam beberapa hari sebelumnya. Oversubscribe lelang SBSN belum mampu mengangkat nilai tukar rupiah. Bahkan, rilis hasil sementara quick count Pemilu legislatif direspon negatif.
Aksi jual pun kian tak terbendung. Padahal saat itu terdapat sentimen positif dari pertumbuhan kredit perbankan sebesar 20-21 persen. Rupiah di pekan depan masih akan variatif berpeluang melanjutkan pelemahan kecuali jika ada sentimen tertentu lainnya yang positif. "Cermati data-data regional dan masih adanya imbas dari perkembangan politik Pemilu," katanya.
ANANDA PUTRI
Berita lain:
KPK: Anas Terancam Hukuman Berat
Anas Minta SBY dan Ibas Jadi Saksi
Ini Pola Baru Penggalangan Dana Teroris
Dubes AS Kunjungi KPK, Ada Masalah Apa?
Anda sedang membaca artikel tentang
Pekan Depan IHSG Masih Rawan
Dengan url
https://bisnisantaija.blogspot.com/2014/04/pekan-depan-ihsg-masih-rawan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Pekan Depan IHSG Masih Rawan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar