Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

BPS : Masyarakat Indonesia Anti Korupsi

Written By Unknown on Kamis, 03 Januari 2013 | 09.35

Rabu, 02 Januari 2013 | 22:47 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik sejak tahun lalu menggelar survei terkait indeks perilaku anti korupsi. Berdasarkan hasil survei yang digelar sepanjang Oktober 2012 dengan sampel 10.000 rumah tangga pada 170 Kabupaten/Kota di 33 Provinsi, tercatat indeks perilaku anti korupsi 3,55 dari skala 5.

"Artinya masyarakat Indonesia anti korupsi," kata Kepala BPS, Suryamin dalam jumpa pers di kantor BPS, Rabu, 2 Januari 2012.

Dalam penghitungan indeks, nilai indeks 0-1,25 menunjukkan masyarakat sangat permisif terhadap korupsi. Sedangkan jika indeks berada di angka 1,26 - 2,50 permisif, 2,51 - 3,75 anti korupsi, dan 3,76 - 5,00 sangat anti korupsi. Berdasarkan hasil survei, indeks perilaku anti korupsi di perkotaan sedikit lebih tinggi dengan skala 3,66 dibanding wilayah pedesaan 3,46.

"Indeks cenderung lebih tinggi pada responden usia kurang dari 60 tahun dibanding usia 60 tahun ke atas. Indeks penduduk kurang dari 40 tahun sebesar 3,57, usia 40 sampai 59 tahun sebesar 3,58, dan usia 60 tahun ke atas sebesar 3,45," kata Suryamin.

Selain itu, Suryamin menyatakan faktor pendidikan juga sangat berpengaruh terhadap indeks anti korupsi masyarakat. Semakin tinggi pendidikan, BPS mencatat semakin tinggi indeks perilaku anti korupsi. indeks responden berpendidikan SLTP ke bawah tercatat sebesar 3,47, SLTA sebesar 3,78, dan di atas SLTA sebesar 3,93.

Sedangkan terkait perilaku anti korupsi dalam keluarga, BPS mencatat sekitar 69 persen responden menyatakan bahwa perilaku istri yang menerima uang pemberian suami di luar penghasilan suami tanpa mempertanyakan asal-usul uang tersebut merupakan hal tidak wajar. Sekitar 73 persen responden menilai tidak wajar terhadap perilaku pegawai negeri bepergian bersama keluarga dengan menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan pribadi.

"Sekitar 80 persen responden menyatakan tidak wajar terhadap perilaku orang tua yang mengajak anaknya dalam kampanye Pemilu demi mendapatkan uang saku yang lebih banyak."

Survei indeks perilaku anti korupsi ini merupakan amanah dari peraturan presiden nomor 55 tahun 2012 tentang strategi nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi. Survei ini menghasilkan indikator tunggal terkait pendapat responden terhadap kebiasaan di masyarakat dan pengalaman responden berhubungan dengan layanan publik yang mencakup perilaku penyuapan (bribery), pemeran (extortion), dan nepotisme (nepotism).

ANGGA SUKMA WIJAYA


09.35 | 0 komentar | Read More

3000 Produk Impor Tak Berlabel SNI

Penjual kain di pusat tekstil Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/10). Melemahnya rupiah terhadap dollar AS justru menguntungkan industri tekstil dalam negeri karena tingkat penetrasi impor tekstil ilegal mengalami penurunan. TEMPO/Puspa Perwitasari

Rabu, 02 Januari 2013 | 22:53 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan sebanyak 3000 produk impor masuk tanpa label SNI (Standar Nasional Indonesia). Produk ini berupa makanan, non makanan, hingga manufaktur.

Masuknya produk ini selain merugikan konsumen juga mengancam kelangsungan industri penghasil produk lokal. Gita berjanji lebih waspada mengantisipasi masuknya produk impor. "Kerjasama dengan Bea Cukai akan ditingkatkan," katanya saat dialog di Bursa Efek Indonesia Jakarta Selatan Rabu 2 Januari 2013.

Akibat maraknya produk impor, defisit neraca perdagangan diprediksi berlangsung hingga 2013. Saat ini, lanjut Gita, pemerintah baru mencatat defisit hingga Oktober. "November dan Desember kemungkinan masih berlanjut."

Selain banjirnya barang konsumsi, Gita menambahkan, impor bahan baku juga meningkat 10 persen tahun lalu. Menurut Gita impor bahan baku tidak mengkhawatirkan dibandingkan banjirnya barang konsumsi. Impor bahan baku dianggap menopang perkembangan industri lokal.

Kendati demikian, pemerintah berupaya keras mengantisipasi masuknya produk impor. Jika arus impor tak terbendung, pemerintah bersiap-siap menerbitkan beleid pembatasan. "Jika terjadi krisis maka impor harus diatur, kami harus tegas di sini," katanya.

GUSTIDHA BUDIARTIE


09.35 | 0 komentar | Read More

Kebijakan Fiskal Obama Dinilai Untungkan Indonesa

Rabu, 02 Januari 2013 | 23:18 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia, Ryan Kiryanto menilai Undang-Undang baru untuk menghindari jurang fiskal berimbas psoitif terhadap perekonomian Indonesia. Kebijakan atas kesepakatan Pemerintah Obama dan Kongres Amerika Serikat itu diprediksi akan menciptakan sentimen positif pada bursa saham. Akibatnya dolar akan mengalir deras ke negara emerging countries seperti indonesia. "Rupiah akan menguat," katanya saat dihubungi Rabu, 2 Januari 2013.

Selain melalui pasar keuangan, imbas positif mengalir melalui perdagangan. Ekspor Indonesia ke Amerika, lanjut Ryan, bakal terdongkrak. "Ini berdampak positif bagi neraca perdagangan." Rentetan perbaikan ekspor juga diprediksi bakal terjadi untuk ekspor ke negara lain.

Ryan menilai kondusifnya fiskal Amerika segera direspon oleh pengusaha Indonesia untuk mencari negara tujuan ekspor. Negara yang potensial dijadikan sebagai tujuan ekspor adalah negara-negara yang menjadi mitra dagang Amerika.

Adapun peran pemerintah diharapkan menciptakan iklim investasi yang ramah dan nyaman bagi investor. Tujuannya agar derasnya investasi dolar tidak hanya di pasar uang melainkan juga menjadi investasi riil. "Pemerintah harus bisa menciptakan iklim yang kondusif, terutama isu perburuhan," ujarnya.

MARTHA THERTINA


09.35 | 0 komentar | Read More

Indeks Siap Melesat di Awal Tahun

Written By Unknown on Rabu, 02 Januari 2013 | 09.35

Rabu, 02 Januari 2013 | 07:12 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Saham-saham yang berorientasi konsumsi domestik, seperti konstruksi, properti, infrastruktur, dan konsumer, masih menjadi penggerak indeks pada 2013.

Analis dari PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, memperkirakan pergerakan indeks selama 2013 masih akan didominasi saham-saham yang berorientasi domestik. "Tahun 2013, investor masih akan menanamkan investasinya di sektor-sektor seperti konstruksi, properti, infrastruktur, dan konsumer," katanya.

Saham-saham di atas cenderung defensif terhadap resesi ekonomi global karena mengandalkan terus tumbuhnya konsumsi masyarakat sebagai dampak fundamental ekonomi dalam negeri yang kuat. Ketika saham-saham sektor komoditas berjatuhan di pasar modal, saham-saham sektor konstruksi, properti, infrastruktur, dan konsumer, berhasil menopang indeks.

Memasuki Januari, indeks biasanya akan menguat. Kenaikan ini merespons hasil laporan keuangan emiten dan investor yang kembali menyusun portofolionya. "Akumulasi saham oleh investor akan mulai terlihat sejak hari perdagangan pertama pada 2013 hingga pertengahan Februari," kata Satrio.

Dari pasar global, sentimen positif kembali menyeruak setelah pemerintah Amerika Serikat dan Kongres berhasil menemui kesepakatan guna menghindari jurang fiskal. Meredanya isu jurang fiskal membuat bursa Amerika dan Eropa ditutup cerah pada akhir tahun.

Hari ini, indeks diperkirakan menguat seiring sentimen positif dari bursa global serta kemungkinan dibukanya perdagangan di bursa oleh pejabat negara. Indeks akan bergerak pada kisaran 4.290-4.370 dengan prediksi pada akhir tahun akan mencapai 5.000.

Dia merekomendasikan untuk mengoleksi saham-saham yang berorientasi domestik, sementara peluang saham komoditas untuk menguat kembali masih menunggu pulihnya ekonomi Amerika dan Cina. "Jangan lewatkan saham Astra Internasional, Unilever, Modern Land, Semen Gresik, Bukit Asam, serta Mitra Adiperkasa," tuturnya.

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia dalam perdagangan akhir tahun lalu ditutup pada level 4.316,68. Sepanjang 2012, indeks telah menguat sebesar 494,69 poin (12,9 persen) dari posisi 30 Desember 2011 yang pada level 3.821,99.

PDAT | M. AZHAR


09.35 | 0 komentar | Read More

Posco Akuisisi Produsen Bijih Besi ArcelorMittal

Catatan 2012: Menjelajah Situs Favorit Saya

Sedikit sharing buat yang kepingin mengasah kemampuan menulis. Ini daftar situs favorit saya yang layak sering ditengok, atau didonlot apps-nya via Ipad atau android: 1. Salon.com — sering menyuguhkan tulisan panjang, features, yg berangkat dari pen


09.35 | 0 komentar | Read More

SBY Batal Buka Perdagangan Saham Perdana

Rabu, 02 Januari 2013 | 08:58 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono batal menghadiri pembukaan perdagangan saham 2013 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu pagi, 2 Januari 2013. Padahal, sebelumnya Presiden dijadwalkan membuka sesi perdagangan saham perdana tahun ini.

"Pagi ini perdagangan saham perdana di BEI dibuka oleh Wakil Presiden (Boediono_," kata juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, melalui pesan pendek kepada Tempo, Rabu pagi. Namun, ia enggan menyebutkan alasan absennya presiden.

Wakil Presiden Boediono dijadwalkan tiba di gedung BEI pukul 08.45 WIB. Ia secara resmi akan membuka aktivitas emiten di lantai bursa tahun ini. Tahun ini Bursa Efek secara resmi bakal menggunakan jam perdagangan baru.

Sistem jam perdagangan baru didahului dengan pre-opening sesi perdagangan pertama mulai pukul 08.45-08.55 WIB. Pembukaan perdagangan sesi pertama dimulai pukul 09.00 WIB atau lebih cepat 30 menit dari sebelumnya.

Sesi kedua dibuka pukul 13.30 WIB sampai 15.50 WIB tanpa ada pembentukan harga closing. Sedangkan pre-closing dilakukan pukul 15.55-16.00 WIB, penutupan pukul 16.00-16.05 WIB, dan post-trading pada pukul 16.05-16.15 WIB.

PRIHANDOKO


09.35 | 0 komentar | Read More

Malam Tahun Baru, Permintaan Premium Naik 3 Persen

Written By Unknown on Selasa, 01 Januari 2013 | 09.35

Senin, 31 Desember 2012 | 05:17 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Vice of Corporate Communications PT Pertamina (Persero), Ali Mundakir, mengatakan permintaan bahan bakar minyak berjenis Premium pada malam tahun baru meningkat 3 persen dibandingkan tahun lalu. "Biasanya permintaan sekitar 79-80 ribu kiloliter, tahun ini naik menjadi sekitar 82 ribu kiloliter," katanya pada Tempo, Ahad, 30 Desember 2012.

Berbeda dengan permintaan akan Premium, permintaan bahan bakar minyak berjenis Solar mengalami penurunan sebanyak 4 persen. Biasanya, kebutuhan Solar menjelang tahun baru mencapai 45 ribu kiloliter. Tapi tahun ini, menurut Ali, permintaan Solar secara nasional mencapai 43.200 kiloliter. "Solar memang justru turun tahun ini," katanya.

Menurut Ali, permintaan bahan bakar minyak berasal dari beberapa daerah wisata yang ramai pengunjung saat malam tahun baru. Daerah-daerah dengan permintaan bahan bakar terbanyak adalah Bandung, Bogor, serta Anyer.

Permintaan bahan bakar minyak di Jakarta pada malam tahun baru 2013 justru turun. Biasanya, permintaan BBM di Jakarta mencapai 6.500 kiloliter. Tapi tahun ini permintaan bahan bakar turun 8 persen. Hal ini disebabkan karena warga Jakarta banyak yang berlibur ke luar kota.

Permintaan bahan bakar minyak untuk malam tahun baru, Ali menambahkan, dipenuhi dari kuota tambahan tahun ini sebesar 1.02 juta kiloliter. Pertamina menjamin kuota tambahan 1,02 juta kiloliter tersebut akan cukup memenuhi permintaan sampai akhir tahun. Ali mengatakan, kuota tambahan tersebut justru tersisa.

Untuk Premium, kuota tambahan yang tidak terpakai mencapai minimum 75 ribu kiloliter, sementara untuk Solar kuota tambahan yang tidak tercapai minimum mencapai 45 ribu kiloliter.

Realisasi penyaluran Premium dan Solar selama 22-25 Desember memiliki tren di bawah rata-rata penyaluran normal. Penyaluran Premium berada di level 3,5 persen di bawah rata-rata penyaluran normal, sedangkan Solar sekitar 23,8 persen di bawah level normal.

Tren yang sama juga terjadi pada penyaluran Avtur sekitar 0,3 persen di bawah level normal, dan penyaluran LPG masih 1 persen di bawah rata-rata penyaluran normal. Total kuota bahan bakar minyak bersubsidi tahun ini mencapai 45,2 juta kiloliter.

ANANDA TERESIA

Berita Terkait:
Tiga Perusahaan Ini Distribusikan BBM Bersubsidi 
Menkeu Desak Pembatasan BBM Bersubsidi Diperketat
Tambahan Kuota BBM Bersubsidi Belum Terpakai 
BPH Migas Akan Pasang Pelacak Bensin
Konsumsi Tak Dibatasi, Impor Premium Melonjak 


09.35 | 0 komentar | Read More

Ancaman Inflasi Bebani Rupiah

Senin, 31 Desember 2012 | 06:15 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Upaya Bank Indonesia menjaga mata uang agar tidak melemah terlalu tajam mampu memicu penguatan rupiah di pengujung 2012. Di pekan terakhir tahun ini, tekanan terhadap rupiah masih tetap tinggi sehingga mata uang lokal terus mengarah ke level 9.800 per dolar Amerika Serikat. Namun intervensi pasar yang dilakukan oleh BI mampu menahan laju pelemahan rupiah dan tetap berada di bawah 9.700 per dolar AS.

Jumat lalu, nilai tukar rupiah berhasil menguat 26 poin (0,27 persen) ke level 9.637 per dolar AS, yang berarti dalam sepekan juga terapresiasi 21 poin (0,22 persen) dari posisi pekan sebelumnya, di 9.658 per dolar AS. Namun, sepanjang Desember, rupiah melemah 42 poin (0,43 persen) dibanding akhir November, di level 9.595 per dolar AS.

Pengamat pasar uang dari Bank Saudara, Rully Nova, menjelaskan tetap tingginya permintaan terhadap dolar AS dari para pelaku pasar membuat tekanan terhadap rupiah belum surut hingga akhir tahun. "Ketidakpastian masalah tebing fiskal (fiscal cliff) di Amerika membuat dolar tetap menjadi mata uang safe haven bagi para investor."

Rully memprediksi, pada awal 2013, rupiah akan ditransaksikan di kisaran 9.600-9.700 per dolar AS. Sedangkan sepanjang tahun depan rupiah akan bergerak cukup lebar, berkisar 9.000-10.000 per dolar AS.

Kekhawatiran atas tingginya ancaman inflasi pada tahun depan dari rencana kenaikan harga tarif daya listrik, bahan bakar minyak bersubsidi, serta upah buruh dapat memicu kenaikan harga yang membuat animo investor berinvestasi dalam mata uang rupiah agak tertahan. Tingginya inflasi dapat memicu pelemahan rupiah sehingga investor asing bisa mengalami kerugian dari sisi nilai tukar.

Potensi pelemahan rupiah masih dapat berlanjut hingga triwulan pertama karena masih ada kecemasan terhadap defisit perdagangan. "Masih tingginya permintaan impor dan melambatnya kinerja ekspor membuat pasokan dolar AS di pasar domestik tetap terbatas sehingga membebani pergerakan rupiah," katanya.

Namun kemungkinan adanya aliran dana asing, baik ke pasar finansial maupun ke sektor riil di awal tahun, dapat memicu apresiasi rupiah. Ekonomi domestik yang masih cukup cerah dan diprediksi di atas 6 persen serta fundamental yang tetap solid dapat menjadi daya tarik bagi investor asing.

PDAT | VIVA B. K


09.35 | 0 komentar | Read More

IHSG Berpeluang Menguat pada Awal Tahun

Senin, 31 Desember 2012 | 06:21 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Optimisme menyongsong tahun baru diperkirakan menjadi katalis bagi indeks untuk melanjutkan penguatan minggu ini.

Analis dari PT Trust Securities, Reza Priyambadha, memperkirakan indeks akan melanjutkan penguatannya pekan ini seiring dengan optimisme investor dalam menyambut tahun baru 2013. "Pelaku pasar akan kembali menyusun portofolionya setelah kembali dari libur panjang."

Melihat pergerakan indeks pada tahun-tahun sebelumnya, indeks cenderung mengalami fase penguatan pada awal Januari atau yang dikenal dengan sebutan January effect. Kenaikan pada umumnya akan terjadi terhadap saham-saham dari emiten yang telah mencatat kinerja positif sepanjang 2012.

"Peluang penguatan kembali saham-saham komoditas dari kacamata teknikal juga diprediksi dapat mendorong kenaikan indeks pada kuartal pertama 2013," kata Reza.

Tidak seperti tahun sebelumnya, di akhir 2012 tidak ada aksi window dressing yang menyebabkan reli indeks. Minimnya katalis positif dari luar negeri, terutama ketidakpastian masalah jurang fiskal, membuat investor gamang untuk melakukan aksi beli.

Indeks saham utama di bursa Amerika kembali ditutup melemah pada Jumat lalu karena investor masih mencermati perkembangan masalah defisit fiskal yang belum menemui titik temu. Pelaku pasar juga menunggu keputusan Kongres mengenai pembahasan batas atas surat utang yang boleh dikeluarkan oleh pemerintah (debt ceiling).

Pekan ini, indeks akan bergerak di level 4.275 hingga 4.340. Indeks berpotensi menguat, namun tetap perlu mewaspadai perkembangan terbaru di Amerika Serikat. "Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain Astra Internasional, AKR Corporindo, Bank Mandiri, dan Wijaya Karya," ucapnya.

Indeks harga saham gabungan pada akhir pekan lalu ditutup di level 4.316,68, atau menguat 66,4 poin (1,56 persen) dibanding pekan sebelumnya, di level 4.250,21.

PDAT | M. AZHAR


09.35 | 0 komentar | Read More

Malam Tahun Baru, Permintaan Premium Naik 3 Persen

Written By Unknown on Senin, 31 Desember 2012 | 09.35

Senin, 31 Desember 2012 | 05:17 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Vice of Corporate Communications PT Pertamina (Persero), Ali Mundakir, mengatakan permintaan bahan bakar minyak berjenis Premium pada malam tahun baru meningkat 3 persen dibandingkan tahun lalu. "Biasanya permintaan sekitar 79-80 ribu kiloliter, tahun ini naik menjadi sekitar 82 ribu kiloliter," katanya pada Tempo, Ahad, 30 Desember 2012.

Berbeda dengan permintaan akan Premium, permintaan bahan bakar minyak berjenis Solar mengalami penurunan sebanyak 4 persen. Biasanya, kebutuhan Solar menjelang tahun baru mencapai 45 ribu kiloliter. Tapi tahun ini, menurut Ali, permintaan Solar secara nasional mencapai 43.200 kiloliter. "Solar memang justru turun tahun ini," katanya.

Menurut Ali, permintaan bahan bakar minyak berasal dari beberapa daerah wisata yang ramai pengunjung saat malam tahun baru. Daerah-daerah dengan permintaan bahan bakar terbanyak adalah Bandung, Bogor, serta Anyer.

Permintaan bahan bakar minyak di Jakarta pada malam tahun baru 2013 justru turun. Biasanya, permintaan BBM di Jakarta mencapai 6.500 kiloliter. Tapi tahun ini permintaan bahan bakar turun 8 persen. Hal ini disebabkan karena warga Jakarta banyak yang berlibur ke luar kota.

Permintaan bahan bakar minyak untuk malam tahun baru, Ali menambahkan, dipenuhi dari kuota tambahan tahun ini sebesar 1.02 juta kiloliter. Pertamina menjamin kuota tambahan 1,02 juta kiloliter tersebut akan cukup memenuhi permintaan sampai akhir tahun. Ali mengatakan, kuota tambahan tersebut justru tersisa.

Untuk Premium, kuota tambahan yang tidak terpakai mencapai minimum 75 ribu kiloliter, sementara untuk Solar kuota tambahan yang tidak tercapai minimum mencapai 45 ribu kiloliter.

Realisasi penyaluran Premium dan Solar selama 22-25 Desember memiliki tren di bawah rata-rata penyaluran normal. Penyaluran Premium berada di level 3,5 persen di bawah rata-rata penyaluran normal, sedangkan Solar sekitar 23,8 persen di bawah level normal.

Tren yang sama juga terjadi pada penyaluran Avtur sekitar 0,3 persen di bawah level normal, dan penyaluran LPG masih 1 persen di bawah rata-rata penyaluran normal. Total kuota bahan bakar minyak bersubsidi tahun ini mencapai 45,2 juta kiloliter.

ANANDA TERESIA

Berita Terkait:
Tiga Perusahaan Ini Distribusikan BBM Bersubsidi 
Menkeu Desak Pembatasan BBM Bersubsidi Diperketat
Tambahan Kuota BBM Bersubsidi Belum Terpakai 
BPH Migas Akan Pasang Pelacak Bensin
Konsumsi Tak Dibatasi, Impor Premium Melonjak 


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger