Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Investor Gembira, Dow Jones naik 127 Poin

Written By Unknown on Rabu, 17 Oktober 2012 | 09.35

Rabu, 17 Oktober 2012 | 07:00 WIB

TEMPO.CO, New York - Harga saham di bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa berhasil menguat kenaikan terbesar sepanjang bulan ini karena laporan keuangan Mattel, Goldman Sachs, dan Johnson & Johnson berhasil melampai perkiraan analis.

Ini merupakan hari kedua penguatan yang cukup signifikan setelah pekan lalu melemah karena investor cemas akan hasil laporan keuangan emiten di triwulan ketiga tahun ini tidak akan lebih baik dari periode yang sama tahun lalu.

Dalam perdagangan semalam indeks saham utama Dow Jones menguat 127,55 poin (0,95 persen) ke 13.551,78. Demikian pula dengan indeks saham teknologi Nasdaq juga naik 36,99 poin (1,21 persen) ke posisi 3.101,17, serta indeks S&P 500 juga menguat 14,79 poin (1,03 persen) ke 1.454,92.

Departemen tenaga kerja AS mengeluarkan data indeks harga konsumen hanya nik 0,1 persen bulan lalu, diluar makanan dan biaya energi. Sementara harga bensin turun dalam periode itu. Inflasi yang lebih rendah membuat konsumen lebih banyak membelanjakan uangnya dan Bank Sentral (The Fed) lebih leluasa melanjutkan upayanya untuk mendukung perekonomian.

Selain itu, indeks sentimen pembangunan rumah juga berada di level tertingginya sejak tahun 2006, hal ini menunjukkan bahwa industri konstruksi membaik.

"Gambaran ekonomi ini memberikan banyak bukti bahwa ekonomi tahan terhadap banyak masalah seperti yang investor khawatirkan, kata Gary Thayer, kepala strategi makro dari Well Fargo Advisors.

Saham pembuat Mattel melonjak 4,9 persen menjadi US$ 37,14 setelah melaporkan bahwa penjualan boneka American Girl dan Fisher-Price mendorong keuntungan perusahaan. Johnson & Johnson naik 75 sen menjadi US$ 69,34 setelah pendapatannya mendekati perkiraan analis. IBM, Intel dan CSX melaporkan labanya setelah perdagangan tutup. Saham Intel naik 2,3 persen menjadi US$ 22,23.

Saham Appel Inc naik US$ 14,36 (2,3 persen) menjadi US$ 649,13 setelah mengirimkan undangan untuk acara peluncuran iPad mini. Saham Citigroup naik 20 sen menjadi US$ 36,86 setelah pengunduran diri secara tiba-tiba CEO Vikram Pandit, yang menjadi penyelemat bank dalam melalui krisis keuangan tahun 2008.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS untuk tenor 10 tahun naik menjadi 1,72 persen dari sebelumnya 1,67 persen. Bursa Eropa juga berakhir positif dimotori bursa Prancis naik 2,4 persen dan bursa Jerman menguat 1,6 persen. Mata uang tunggal Uni Eropa juga menguat kembali ke level US$ 1,3 terhadap dolar dari sebelumnya US$ 1,29 di hari sebelumnya.

AP / VIVA B. KUSNANDAR


09.35 | 0 komentar | Read More

Ruang Kenaikan Indeks Tetap Terbuka

Rabu, 17 Oktober 2012 | 07:33 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Positifnya bursa Wall Street semalam dan menguatnya harga minyak dan komoditas lainnya kembali membuka ruang bagi indeks lokal untuk melanjutkan kenaikan. Ekspektasi masih tumbuhnya laba emiten domestik di triwulan ketiga 2012 juga diharapkan mampu menopang indeks kembali mencatat rekor tertinggi baru.

Semalam indeks saham utama Dow Jones menguat 127,55 poin (0,95 persen) ke 13.551,78. Demikian pula dengan indeks saham teknologi Nasdaq juga naik 36,99 poin (1,21 persen) ke posisi 3.101,17, serta indeks S&P 500 juga menguat 14,79 poin (1,03 persen) ke 1.454,92.

Menguatnya harga minyak kembali di atas US$ 92 per barel dan emas di US$ 1.755 per troy ounce dapat mendorong kenaikan saham pertambangan dan komoditas lainnya sehingga memberikan dukungan bagi indeks untuk kembali mencetak rekor tertinggi baru. Namun, investor juga harus tetap hati-hati sebab harga saham saat ini juga sudah mahal sehingga rawan terjadi koreksi.

Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono menjelaskan, positifnya bursa regional imbas dari membaiknya penjualan ritel Amerika Serikat dan laporan keuangan dari Citigroup berhasil melampaui perkiraan para analis menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks kemarin.

Ada sekitar 84 emiten komponen S&P 500 yang akan merilis kinerja keuangan triwulan ketiga 2012 minggu ini. "Dan sejauh ini sudah 38 yang merilis laporan keuangannnya, dan 27 emiten mampu melampaui perkiraan analis," tuturnya.

Sepertinya ekspektasi rendahnya laba perusahaan akan mudah dilampaui oleh para emiten komponen S&P 500. Data penjualan ritel AS bulan lalu tumbuh 1,1 persen melampaui ekspektasi para ekonomi sebesar 0,8 persen.

Purwoko memprediksi hari ini indeks akan bergerak dengan kisaran 4.300 hingga 4.338 dengan kecenderungan menguat terbatas. Pasar masih menanti perkembangna Eropa seperti data makroekonomi Jerman dan pertemuan Uni Eropa yang akan berlangsung pekan ini.

VIVA B. KUSNANDAR


09.35 | 0 komentar | Read More

Bos Citigroup Vikram Pandit Mundur  

Rabu, 17 Oktober 2012 | 08:09 WIB

TEMPO.CO, New York - CEO Citigroup, Vikram Pandit, mengejutkan Wall Street dengan pengunduran dirinya dengan segera. Ia akan diganti oleh Michael Corbat, yang sebelumnya memimpin bank itu untuk cabang di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Dalam sebuah pernyataan, Citigroup memuji Pandit untuk "integritas, kepemimpinan, dan ketahanannya dalam membimbing Citigroup melewati krisis". Pandit ditunjuk sebagai kepala eksekutif pada Desember 2007.

Berita pengunduran dirinya datang sehari setelah bank melaporkan penurunan 88 persen dalam laba kuartalan menjadi US$ 468 juta. Namun, penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pengurangan US$ 4,7 miliar nilai sahamnya di perusahaan Morgan Stanley Smith Barney, dan keuntungan secara keseluruhan lebih baik dari yang diharapkan.

Pemimpin Citigroup Michael O''Neill menepis kabar bahwa mundurnya Pandit disebabkan "isu strategis, peraturan, atau operasi". "Vikram menawarkan pengunduran dirinya dan dewan menerimanya," katanya.

Corbat menyatakan penghormatan kepada pendahulunya. Ia mengatakan Pandit telah "meletakkan dasar bagi pertumbuhan jangka panjang Citi". "Saya berharap bisa mengambil tantangan melanjutkan apa yang Vikram telah mulai," katanya.

Presiden Citigroup dan chief operating officer, John Havens, juga mengundurkan diri. Citi mengatakan bahwa Havens sudah merencanakan untuk pensiun pada akhir tahun. Namun, dengan mundurnya Pandit, dia memutuskan untuk mempercepat pensiunnya.

NEW YORK TIMES | TRIP B

Berita Terpopuler
Dahlan: BUMN ''Hanya'' Korupsi Rp 166 Juta
Dahlan: Kunci Pintu Toilet pun Dikorupsi
Penghasilan Tidak Kena Pajak Berlaku 2013
Astra dan Telkom Diburu, Indeks Ukir Rekor Baru
Dahlan Iskan: Hutama Karya Akan Jadi Operator Tol
Industri Makanan Terkendala Hambatan Non-Tarif


09.35 | 0 komentar | Read More

Tunggakan Raskin di Pekalongan Rp 11,5 miliar

Written By Unknown on Selasa, 16 Oktober 2012 | 09.35

Senin, 15 Oktober 2012 | 21:26 WIB

TEMPO.CO, Tegal - Tunggakan beras miskin (raskin) di wilayah kerja Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Pekalongan sejak bulan Agustus hingga Oktober ini mencapai Rp 11,5 miliar. Tunggakan ini menjadi beban Bulog untuk menyalurkan beras untuk warga miskin hingga bulan berikutnya. 

"Kami kebingungan untuk menutup tunggakan, ini menambah bunga bank yang selama ini membiayai pengiriman beras ke daerah," ujar Kepala Bulog Sub Divisi Regional Pekalongan, Khairul Jaman, Senin 15 Oktober 2012.

Berdasarkan catatannya, tunggakan tertinggi di wilayah kerjanya terjadi di Kabupaten Brebes dengan nilai tunggakan mencapai Rp 4 miliar, sedangkan di daerah lain seperti Kota Pekalongan, Pemalang dan Batang antara Rp 190 juta hingga Rp 1,9 miliar.

Ia mengaku telah menagih secara persuasif, namun hingga saat ini tunggakan tersebut belum terbayar. "Kalau diberikan sanksi dampaknya warga miskin, meski bulog punya hak untuk menghentikan pengiriman beras," ujar Khairul menjelaskan.

Tahun 2012 ini Bulog Sub Drive VI Pekalongan telah keluarkan kuota beras miskin mencapai 85.757 ton per bulan selama 13 bulan mendatang. Warga miskin hanya mendapatkan beban biaya pengiriman senilai Rp 1.600 per kilo gram. Ia mencurigai tunggakan ini disebabkan oleh kepala desa yang malas mengirim ke pemerintah daerah.

"Karena informasi yang masuk ke kami rakyat miskin sudah membayar tunai saat pendistribusian," katanya.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Iskandar Mirza membantah nilai tunggakan mencapai Rp 4 miliar. Menurut dia, tunggakan yang dialami oleh pemerintah daerah Brebes saat ini hanya Rp 1, 8 miliar. "Itu sampai bulan September lalu," ujar Iskandar.

Ia mengaku, tunggakan pembayaran beras miskin terjadi pada sejumlah kepala desa yang malas, meski begitu ia yakin segera dilunasi sesuai dengan nilai tunggakan. "Biasanya untuk dialihkan untuk bayar pajak, nanti kalau sudah terkumpul dilunasi," katanya.

Iskandar mengaku terus melakukan penagihan sekaligus sosialisasi. Dengan begitu ia menjamin tak akan terjadi tunggakan hingga tahun depan. Selama ini jumlah beras miskin yang digelontorkan di Kabupaten Brebes mencapai 2.994.480 per bulan kilo gram untuk 199.632 rumah tangga sasaran.

EDI FAISOL 


09.35 | 0 komentar | Read More

Pemerintah Diimbau Kawal Harga Garam Petani

Senin, 15 Oktober 2012 | 21:44 WIB

TEMPO.CO, Semarang - Pemerintah diimbau kawal harga garam produksi rakyat yang dihasilkan oleh masyarakat pesisir. Imbauan ini terkait harga jual garam produksi warga pesisir pantai utara Jawa Tengah dari Rembang hingga kabupaten Brebes yang tak lebih dari Rp 300 per kilo gram. 

"Harga jual ini tak pernah menyejahterakan masyarakat penghasil garam yang selama ini menggantungkan hidupnya dari garam," ujar Yety Rochwulaningsih, Peneliti Petani Garam Universitas Diponegoro Semarang, saat workshop strategi pengembangan usaha garam rakyat berbasis sosiokultural, Senin 15 Oktober 2012.

Harga jual garam ini tak sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri nomor 2 Tahun 2011 yang telah menetapkan harga jual garam produksi rakyat seharga Rp 550 hingga Rp 750 per kilo gram seusai dengan kualitasnya. Harga ini wajib dibeli oleh importir produsen maupun importir terdaftar yang ada.

Ia menilai, sejumlah aturan yang dikeluarkan pemerintah saat ini belum mampu diterapkan secara nyata. Bahkan hasil pantauannya menunjukkan tak satu pun aparatur pemerintah yang ikut terlibat dalam kontrol harga secara langsung di lapangan.

Padahal menurut Yety, pemerintah telah membentuk tim monitoring produksi dan harga garam yang dikonsolidasikan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian yang melibatkan kementerian lainnya.

"Namun faktanya hasil monitoring tak ada tindak lanjut untuk melindungi petani garam," ujar Yety menjelaskan.

Menurut Yety hasil monitoring harga dan jumlah produksi garam secara nasional tak pernah sinkron antar kementerian, kondisi ini diperparah oleh perilaku importir yang mengutamakan komoditas asing untuk mendatangkan garam asing.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pertanian, Kelautan Kementerian Koordinator Perekonomian, Sutiono segera membentuk tim monitoring garam di tingkat daerah. "Ini dibentuk di tingkat provinsi maupun kabupaten kota," ujar Sutiono.

Hasil diskusi memunculkan prediksi kenaikan produksi garam di Jawa Tengah pada tahun 2012 ini meningkat hingga 1,6 juta ton. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang terus panas hingga akhir bulan September lalu. Sedangkan produksi garam sebelumnya mampu memenuhi kebutuhan garam secara nasional hingga 18 persen atau sebanyak 1,3 juta ton

EDI FAISOL 


09.35 | 0 komentar | Read More

Menkeu: Proyek Jembatan Selat Sunda Belum Jelas

Senin, 15 Oktober 2012 | 22:33 WIB

TEMPO.CO, Jakarta--Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan dalam peraturan presiden nomor 86 tentang proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda belum terdefinisikan secara jelas. Dia menegaskan Kementerian Keuangan hingga saat ini belum berbicara lagi dengan tim 7.

"Di perpres itu nama proyeknya belum terdefinisikan. Artinya kita tahu itu bukan bangun jembatan, itu bangun jembatan dan kawasan. Tapi jembatan itu seperti apa teknisnya? apa saja kawasannya? itu belum terdefinisikan. Kita tidak ingin negara masuk dalam proyek yang risikonya belum terukur," kata Agus di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2012.

Menurut Agus, ada dua jenis proyek, yaitu unsolicited dan solicited. Jika yang dipakai skema unsolicited, maka proyek yang datang dari pihak swasta harus disertai dengan studi kelayakan dengan perencanaan yang jelas dan selanjutnya akan dibahas pemerintah apakah proyek itu diterima atau tidak.

Jika proyek JSS yang diusulkan saat ini bersifat unsolicited, pemerintah tidak boleh menjamin proyek tersebut dan memberikan dukungan dana dalam proyek tersebut. Namun dalam perpres, ada pasal pemerintah harus menjamin dan jika studi kelayakan selesai tapi ternyata proyek tidak diteruskan, maka dana studi kelayakan akan diganti oleh pemerintah.

"Kalau diperpres sekarang dan nanti proyeknya tidak diteruskan pemerintah harus bayar. Lalu kalau swasta yang ditunjuk dulu, itu kan beda dengan peraturan sebelumnya. Saya hanya mengindikasikan dan mengingatkan, nanti kalau diperiksa BPK dan ada yang tidak tertib, salah kalau tidak mengingatkan," katanya.

Selain itu, skema unsolicited adalah proyek yang diusulkan tidak pernah ada dalam rencana proyek jangka panjang pemerintah. Namun, rencana pembangunan JSS sudah ada sejak Bung Karno dan sudah ada dalam rencana tata ruang wilayah pemerintah. "Jadi kita harus hati-hati satu peraturan tidak bertabrakan dengan peraturan sebelumnya," katanya.

Menurut Agus, jika proyek tersebut dinyatakan dengan skema solicited, seharusnya tidak boleh ada pasal penjaminan dan pasal pemerintah akan memberikan dukungan dana. "Pemerintah harus tahu perencanan seperti apa kalau dana studi kelayakan ditanggung APBN. Tapi kalau ditender, pemenang akan membayar kembali uang untuk studi kelayakan."

Agus mengaku dirinya juga ingin mewujudkan proyek JSS. Namun, dia menegaskan peraturannya harus jelas. "Kalau jadi projek pemerintah, nanti akan saya tawarkan ke Jepang, Korea, Cina, dan Amerika. Kalau seandainya Korea mau bangun supaya menutupi gap pendanaannya, dia mau minta apa? Nanti yang lain kami tanyakan juga. Nah itu sudah diatur dalam perpres 67," kata Agus.

ANGGA SUKMA WIJAYA


09.35 | 0 komentar | Read More

Rupiah Sulit Beranjak Dari 9.600

Written By Unknown on Senin, 15 Oktober 2012 | 09.35

Senin, 15 Oktober 2012 | 07:11 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Terhambatnya pertumbuhan ekonomi global berpotensi membebani pergerakan mata uang yang dianggap berisiko, termasuk rupiah.

Pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara 1906, Rully Nova, mengatakan penguatan rupiah pekan lalu yang dipicu oleh membaiknya data ketenagakerjaan Negeri Abang Sam hanya bersifat sesaat. "Investor masih menunggu konsistensi perbaikan data ekonomi AS lainnya setelah stimulus oleh The Fed, September lalu," ujarnya.

Rupiah diperkirakan masih akan bergerak di kisaran 9.550-9.600 per dolar AS dengan kecenderungan melemah. "Belum ada sentimen positif baru di pasar membuat rupiah masih sulit untuk bisa menjauh dari level 9.600 per dolar," ujar Rully.

Investor masih berhati-hati melakukan eksposur di pasar uang. Pertumbuhan ekonomi AS dan Cina yang belum konsisten, ditambah ketidakpastian penyelesaian krisis Eropa, akan menguntungkan dolar AS, sehingga dapat menahan apresiasi rupiah.

Meski tenaga kerja membaik, kata Rully, data tersebut masih belum menunjukkan kondisi riil ekonomi AS. Pelaku pasar masih berharap data penjualan retail yang akan dirilis pekan ini akan kembali membaik. "Ekonomi AS ditopang oleh faktor konsumsi domestik, sehingga perbaikan data retail dapat menjadi indikasi membaiknya ekonomi," ujarnya.

Investor pekan ini juga akan mencermati konsistensi perbaikan ekonomi di Cina. Negeri Panda ini sebetulnya diharapkan dapat menggantikan posisi Amerika sebagai motor kekuatan ekonomi dunia saat ini. Tapi, Cina justru mengalami perlambatan akibat krisis Eropa yang berkepanjangan. Kondisi tersebut diharapkan menjadi acuan pemerintah Cina untuk kembali mengeluarkan stimulus moneter dalam waktu dekat.

Akhir pekan lalu rupiah ditutup di level 9.577 per dolar AS, yang berarti menguat 12 poin (0,12 persen) dibanding pekan sebelumnya di posisi 9.589 per dolar AS.

PDAT | M AZHAR


09.35 | 0 komentar | Read More

Indeks Siap Ukir Rekor Baru  

Senin, 15 Oktober 2012 | 07:04 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kepercayaan investor terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba emiten domestik hingga triwulan ketiga tahun ini membuat indeks kembali berada di atas level 4.300, akhir pekan lalu. Ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh di atas 6 persen memunculkan ekspektasi bahwa laba perusahaan juga akan mencatatkan pertumbuhan dalam musim keluarnya laporan keuangan akhir bulan mendatang.

Analis dari PT Mega Capital Indonesia, Helen Vincentia, menuturkan saham-saham unggulan pada sektor yang dianggap mampu bertahan, seperti barang konsumsi, perbankan, dan properti, akan kembali diburu investor. "Pembelian secara selektif terhadap saham yang berfundamental bagus membuka peluang bagi indeks untuk kembali mengukir rekor tertinggi baru," katanya.

Setelah kembali berada di atas level 4.300, target indeks berikutnya adalah 4.380. Bila indeks terkoreksi, hal itu bisa dijadikan momen untuk akumulasi pada harga rendah. Mega Capital memprediksi indeks akan mencapai level 4.700 hingga akhir tahun.

Saham Bank Mandiri (BMRI), Bank BRI (BBRI), Bank BCA, dan Bank Danamon (BDMN) bisa menjadi pilihan. Sedangkan saham lainnya seperti Unilever (UNVR), Astra International, dan Gudang Garam (GGRM) juga bisa diakumulasi.

Di tengah melambatnya pertumbuhan global akibat krisis utang kawasan Eropa, ekonomi domestik tetap tumbuh. "Besarnya populasi penduduk Indonesia justru menjadi kekuatan ekonomi domestik di tengah melambatnya permintaan global," kata Helen.

Pemertahanan suku bunga BI rate di level 5,75 persen oleh Bank Indonesia pekan lalu membuktikan bahwa ekonomi domestik tidak bermasalah. Ekonomi kawasan Eropa, Amerika, dan Cina bahkan harus memangkas suku bunga dan mengucurkan stimulus moneter guna mendukung pertumbuhan.

Jumat lalu indeks ditutup menguat 26,424 poin (0,62 persen ke level 4.311,391), yang berarti dalam sepekan hanya naik tipis 0,08 poin dibanding pekan sebelumnya di 4.311,314.

PDAT | VIVA B.KUSNANDAR


09.35 | 0 komentar | Read More

Perdagangan Indonesia-Kuwait Tumbuh 30 Persen

Senin, 15 Oktober 2012 | 07:18 WIB

TEMPO.CO, Kuwait City-- Volume perdagangan antara Indonesia dan Kuwait ditargetkan tumbuh minimal 30 persen atau bisa mencapai Rp 1,99 miliar pada akhir 2012. Menurut Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Ferry Adamhar, pertumbuhan volume perdagangan bakal didorong oleh peningkatan ekspor Indonesia dalam berbagai komoditas.

"Dengan peningkatan ekspor tersebut diharapkan jurang defisit perdagangan Indonesia-Kuwait semakin mengecil," kata dia usai konferensi pers Pertemuan Tingkat Menteri Forum Dialog Kerjasama Asia (Asia Cooperation Dialogue/ ACD) di hotel Courtyard Marriott, Ahad malam, 14 Oktober 2012.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, volume perdagangan Indonesia-Kuwait pada 2010 mencapai US$ 1.47 miliar. Angka ini tumbuh 3,9 persen pada 2011 menjadi US$ 1,52 miliar. Sedangkan pada Januari hingga Juli 2012, volume perdagangan kedua negara sudah menembus US$ 1,68 miliar.

Pada 2010 dan 2011, nilai ekspor Indonesia masing-masing mencapai US$ 97,8 juta dan US$ 120,71 juta. Jika dibandingkan dengan impor Indonesia dari Kuwait, nilai defisit perdagangan pada dua periode tersebut mencapai US$ 1,27 miliar dan 1.28 miliar.

Menurut Ferry, untuk memperkecil defisit perdagangan, Indonesia mengandalkan ban kendaraan, furniture, tekstil dan kakao sebagai komoditas ekspor unggulan ke Kuwait. Dia mencontohkan proporsi ekspor yang signifikan disumbang pabrikan ban nasional, PT Multi Strada Arah Sarana, melalui merk Achilles.

Selain ban, produk furnitur menyumbang proporsi ekspor yang cukup tinggi. Ferry mengatakan dalam waktu dekat akan menggandeng dua peritel besar Kuwait, Al Shaya dan The Sultan Center, sebagai importir produk-produk Indonesia. Dua perusahaan tersebut akan mendongkrak ekspor nasional secara signifikan lantaran memiliki jaringan toko yang cukup luas.

"Al Shaya menguasai 51 brand internasional sedangkan The Sultan menjadi peritel nomor satu di Timur Tengah," katanya.

Untuk memperkuat posisi tawar dalam perdagangan, Indonesia berupaya aktif dalam berbagai forum kerjasama internasional. Salah satunya dalam Pertemuan Tingkat Menteri ACD, dimana Indonesia menjadi penggerak utama atau co prime mover dalam sektor energi.

Menurut Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi Dewan Energi Nasional, Saleh Abdurrahman, Indonesia menawarkan konsep kerjasama pengembangan energi terbarukan, transportasi pasokan minyak dan gas serta klasifikasi jasa energi. "Kami sudah merancang rencana aksi yang akan ditawarkan dalam konferensi tingkat tinggi ACD," kata dia yang mewakili Indonesia dalam forum tersebut.

Saleh berharap forum ACD bisa menjembatani investasi negara-negara kaya di Asia, terutama di kawasan Timur Tengah, ke Indonesia. Beberapa kerjasama yang diincar yakni investasi pembangunan kilang minyak serta pendirian pabrik produk-produk turunan minyak. "Ini akan terwujud jika lembaga yang menjembatani kerjasama ini sudah mapan," ujarnya.

ACD ialah forum kerjasama negara-negara Asia dalam bidang ekonomi, riset pengetahuan dan sosial budaya. Forum dialog yang diinisiasi oleh Thailand pada 2002 ini bercita-cita menghubungkan negara-negara di belahan Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Barat dan Timur Tengah. Sebab, selama ini, belum ada forum tunggal yang menjembatani dialog dan kerjasama multilateral diantara kawasan tersebut. ACD yang beranggotakan 32 negara akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi pertamanya di Kuwait pada 16 hingga 17 Oktober 2012.

FERY FIRMANSYAH


09.35 | 0 komentar | Read More

"Tukar Guling Saham Plc Tak Tutup Hutang Bakrie"

Written By Unknown on Minggu, 14 Oktober 2012 | 09.35

Minggu, 14 Oktober 2012 | 05:04 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Analis dari AM Capital Janson Nasrial berpendapat rencana grup Bakrie menukar guling sahamnya di Bumi Plc dengan 29 persen saham Bumi Resources Tbk (BUMI) tak akan mampu menutupi hutangnya.

"Mereka bisa mendapat Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun kalau Bumi Plc ditukar dengan Bumi semua. Tapi itu tidak akan mengubah komposisi utangnya," kata Jonson saat dihubungi, Sabtu, 13 Oktober 2012. Menurut dia, keuntungan dari tukar guling itu hanya akan mengembalikan penguasaan ownership saja.

Juru bicara Bumi Plc., Nick Von Shirnding, sebelumnya mengatakan perusahaannya menerima proposal penarikan saham Grup Bakrie dari BUMI Plc mulai Kamis, 11 Oktober 2012. "PT Bakrie Brothers dan Long Haul Holdings ingin membatalkan kepemilikan saham mereka sebanyak 23,8 persen."

Dalam proposal tersebut, Grup Bakrie tidak sekadar ingin menarik saham dari BUMI Plc begitu saja. Tapi mereka menawarkan menukar kepemilikan saham dengan kepemilikan saham BUMI Plc yang ada di PT Bumi Resources.

BUMI Plc kini memiliki 29,18 persen saham di Bumi Resources. Yang ingin ditukar oleh Bakrie Grup dengan penarikan sahamnya yang sebesar 23,8 persen di BUMI Plc hanya sebanyak 10,3 persen. Sisanya, sebanyak 18,9 persen, akan dibeli tunai dengan pembayaran paling lambat sebelum Natal tahun ini.

Tidak hanya itu, Grup Bakrie menawarkan pembelian kepemilikan saham BUMI Plc di PT Berau Coal Energy yang sebanyak 84,7 persen. Grup Bakrie berjanji akan membeli saham tersebut secara tunai dalam jangka waktu enam bulan ini.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Berita Terpopuler
Pertanian Skala Besar Dinilai Dorong Spekulasi
Citilink Gelar Harga Promo 
Indonesia Upayakan Diversifikasi Pasar
LSM Minta Pemerintah Waspadai Landgrabing 
DPR Menilai PIP Tidak Bisa Kelola PT Inalum


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger