Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Bangun Pelabuhan Ternak, Pelindo III Butuh Rp 25 M

Written By Unknown on Selasa, 16 Juli 2013 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelindo III (persero) akan membangun terminal khusus penampungan hewan ternak di Pelabuhan Tanjung Intan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Menurut General Manager Pelindo II cabang Tanjung Intan, Abdul Rofid Fanany, modal yang dibutuhkan proyek ini mencapai Rp 25 miliar yang akan dipenuhi oleh Kementerian Perhubungan. "Kami berharap 2014 atau paling lambat 2015 sudah terealisasi," kata dia melalui keterangan tertulis, Selasa 16 Juli 2013.

Abdul mengatakan Pelindo III telah menyediakan lahan seluas 5-10 hektare untuk terminal khusus ternak. Dana senilai Rp 25 miliar, kata dia, dibutuhkan untuk membangun terminal dan fasilitas yang seperti kandang, penampungan sapi, Garbarata (koridor bongkar muat dari kapal) ternak, dan sarana pemeriksaan ternak.

Khusus Garbarata, Pelindo III akan menjadikan fasilitas tersebut sebagai sarana yang lebih modern dibandingkan terminal lain di Indonesia. Menurut Abdul, dengan Garbarata tersebut cara lama untuk mengangkut sapi bisa dihindari. Cara lama yang dimaksud yakni menarik sapi dengan crane melalui tali yang diikatkan di mulutnya. "Cara ini tidak berperikehewanan," katanya.

Potensi yang ditangkap Tanjung Intan tidak lepas dari maraknya impor sapi dari Australia. Data Pelindo III cabang Tanjung Intan menyebutkan dalam setahun ada 20 ribu sapi yang masuk. Angka ini terus melonjak seiring fluktuasi permintaan. "Tanjung Intan menjadi penting, sebagai satu-satunya pelabuhan di pesisir selatan Pulau Jawa yang berdekatan dengan Australia," kata Abdul.

Pada semester I 2013, Pelabuhan Tanjung Intan membukukan pendapatan sebesar Rp 54,9 miliar atau 124,6 persen dari target. Pencapaian ini pun naik 13,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012. Sedangkan yang laba terealisasi mencapai Rp 25,3 miliar atau naik 11,78 persen dari periode yang sama 2012. Arus barang di Tanjung Intan hingga kini masih didominasi sumber daya mineral seperti pasir besi, batubara, dan klinker.

ANANDA PUTRI



09.35 | 0 komentar | Read More

Indeks Dihantui Aksi Ambil Untung

TEMPO.CO, Jakarta - Analis PT Trust Securities Reza Priyambada mengatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih rawan terkoreksi. "Hal ini terjadi lantaran tekanan jual belum mereda," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa 16 Juli 2013.

Reza memperkirakan IHSG akan berada pada level support 4.568-4.615 dan resistance 4.655-4.664. Sehari sebelumnya, indeks ditutup naik tipis 2,6 poin (0,06 persen) ke level 4.635,73. Tekanan jual, kata dia, membuat IHSG berada di atas target support (4.572-4.605) namun gagal mendekati target resistance (4.650).

Selain itu, IHSG bergerak ke arah yang berlawanan dengan bursa saham Asia. Saat indeks sebagian bursa saham Asia melambung seiring naiknya data pertumbuhan ekonomi Cina yang melampaui estimasi, IHSG malah lunglai dihantam aksi jual. Reza menduga hal ini terjadi sebagai dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate), "Serta kebijakan Bank Indonesia yang akan membatasi kredit perumahan," katanya.

Untuk perdagangan hari ini, Reza berharap sentimen positif berupa penguatan ekonomi Cina kembali membawa dampak pada pasar saham global. Dengan demikian, IHSG berpeluang mengalami kenaikan meski dibayangi aksi ambil untung.

Berikut saham-saham yang layak diperhatikan

1. PT Global Mediacom Tbk (BMTR), trading buy dengan posisi support 1.980-2.025 dan resistance   2.150-2.200.

2. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), trading buy dengan posisi support 1.140-1.160 dan resistance 1.210-1.230.

3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), trading buy dengan posisi support 10.800-10.950 dan resistance 11.200-11.350.

4. PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), trading buy dengan posisi support 1.180-1.220 dan resistance 1.320-1.350.

ANANDA PUTRI



09.35 | 0 komentar | Read More

Bawang Impor Beredar, Harga Masih Mahal

TEMPO.CO, Semarang --- Bawang impor mulai beredar di pasaran Kota Semarang seiring naiknya harga bawang lokal beberapa waktu terakhir. Dampaknya, harga bawang lokal turun dari harga jual sebelumnya yang sudah di atas Rp 40 ribu per kilogram. Harga bawang impor sendiri sekitar Rp 36 per kilogram.

Abdul Wahab, pedagang sayuran di pasar Gayamsari Semarang, mengaku telah menjual bawang merah asal India dan Vietnam yang jenisnya lebih besar dari bawang lokal. Bawang itu disuplai oleh pedagang besar terutama sepekan terakhir. "Bawang lokal siapa yang mau beli, lebih mahal," katanya, Selasa (16/7).

Meski demikian masih banyak konsumen yang meminta bawang lokal karena kualitasnya. "Meski ukurannya lebih kecil dibanding bawang impor, rasa  dan aroma sedapnya lebih terasa," ujar Wahab.

Pantauan Tempo menunjukkan sejumlah bahan kebutuhan dapur masih tergolong mahal, di antaranya harga cabai masih di atas harga wajar, yakni mencapai Rp 56 ribu per kilogramnya. Bahkan sebagian pedagang ada yang menjual cabai jenis rawit hingga Rp 65 ribu per kilogram. Harga daging ayam dan sapi juga masih tinggi, mencapai Rp 32 ribu dan Rp 90 ribu per kilogram alias di atas rata-rata.

Pejabat pelaksana Tugas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengimbau agar masyarakat tidak panik terkait kondisi harga di pasaran itu. "Karena beberapa harga kebutuhan pokok mengalami penurunan, meski tak sebagian besar," kata saat pengecekan harga kebutuhan di pasar Gayamsari dan pasar Pedurungan Kota Semarang, Selasa pagi.

Menurut dia naiknya harga beberapa komoditas kebutuhan dapur itu disebabkan momentum Ramadhan dan kenaikan harga BBM. Pemerintah Kota Semarang berencana menggelar pasar murah untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok itu. "Kami akan mengadakan pasar murah pada H-7 supaya ada ketersediaan," katanya.

EDI FAISOL

Topik Terhangat:
Hambalang Jilid 2 | Rusuh Nabire | Bursa Capres 2014 | Pemasok Narkoba | Eksekutor Cebongan

Berita Terpopuler:
Bu Pur, Perempuan Misterius Hambalang
ICW: Citra DPR Kian Anjlok Gara-gara Priyo Budi
Yakuza Invasi ke Indonesia
Ini Twitter Cory Monteith Sehari Sebelum Tewas
Sebelum Tewas, Cory Monteith Putus dari Lea 
Cory Monteith Tewas, Lea Michele Histeris 


09.35 | 0 komentar | Read More

Lebaran, Garuda Indonesia Tambah 88 Penerbangan

Written By Unknown on Senin, 15 Juli 2013 | 09.35

TEMPO.CO , Jakarta: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menyiapkan 88 penerbangan ekstra untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang menjelang arus mudik dan balik lebaran tahun ini. "Kami telah menyiapkan sebanyak 15.354 kursi tambahan di sejumlah rute domestik dan internasional selama periode H-7 hingga H+7 lebaran," kata Vice President Corporate Communications, Pujobroto dalam siaran persnya, Ahad, 14 Juli 2013.

Ia mengatakan tambahan penerbangan tersebut akan dilaksanakan pada rute-rute domestik dari Jakarta menuju Yogyakarta, Padang, dan Denpasar. Selain itu, lanjut dia, untuk rute-rute internasional dari Jakarta menuju Singapura, Bangkok, Hong Kong, dan Korea, maupun sebaliknya, dan dari Jepang (Narita, Haneda, dan Osaka) menuju Denpasar, maupun sebaliknya.

Adanya penerbangan ekstra menambah ketersediaan kursi pesawat Garuda Indonesia selama periode H-7 hingga H+7 lebaran. "Ada 1.146.144 kursi, yang terdiri dari 881.927 kursi di rute-rute domestik dan 264.217 kursi di rute-rute internasional," ujarnya.

Adapun soal ketersedian kursi pesawat, kata Pujobroto, tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan, ia menambahkan adanya peningkatan jumlah armada, pengembangan jaringan penerbangan, dan penambahan frekuensi di sejumlah rute-rute penerbangan.

Umumnya, kata dia, kapasitas kursi mencapai 24,25 persen pada tahun ini atau atau 223.703 kursi dibandingkan tahun 2012 yang sebanyak 922.441 kursi. Untuk penerbangan domestik, ia melanjutkan, meningkat sebesar 24,19% dari lebaran 2012 lalu sebanyak 710.151 kursi. Sedangkan kapasitas penerbangan internasional meningkat 24.46% dibandingkan tahun lalu sebanyak 212.290 kursi.

ERWAN HERMAWAN
Berita Terhangat:
Bara LP Tanjung Gusta | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | Tarif Progresif KRL | Bencana Aceh

Terpopuler
Kerabat SBY, Abraham: Terlibat Pasti Tersangka
Khofifah: Kenapa Takut Pada Saya?
Ini Pidato Lengkap Malala Yousafzai di PBB
Ini Pesan Khusus Menteri Dahlan untuk Erik Meijer


09.35 | 0 komentar | Read More

Mobil Ramah Lingkungan Dipatok Rp95 Juta

Peluncuran Daihatsu Ayla, mobil murah hemat energi dan rendah emisi, pada 23 September 2012. TEMPO/Nur Haryanto

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian menerbitkan kebijakan harga mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC). Harga mobil dipatok paling tinggi Rp 95 juta. Namun, harga dapat disesuaikan jika terjadi perubahan kondisi atau indikator ekonomi yang meliputi besaran inflasi, kurs nilai tukar rupiah dan harga bahan baku. Perubahan harga juga bisa meliputi penggunaan transmisi otomatis atau penggunaan sistem pengaman penumpang.

"Untuk penyesuaian harga berdasarkan penggunaan teknologi transmisi otomatis maksimum 15 persen, sedangkan untuk penggunaan teknologi pengaman penumpang maksimum 10 persen," kata Kementerian Perindustrian seperti yang dirilis dalam situs resminya, Senin, 15 Juli 2013.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau. Aturan itu turunan dari program mobil emisi karbon rendah atau low emission carbon (LEC) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013.

"Pengembangan produksi mobil LCGC menjadi Program Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor dengan pemberian fasilitas berupa keringanan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM)".

Industri otomotif yang ingin memproduksi mobil LCGC harus memenuhi berbagai ketentuan, antara lain konsumsi bahan bakar kendaraan untuk motor bakar cetus api kapasitas isi silinder 980-1200 cc dengan konsumsi bahan bakar minyak paling sedikit 20 km per liter atau bahan bakar lain yang setara. Selain itu, untuk motor bakar nyala kompresi (diesel) kapasitas isi silinder sampai dengan 1500 cc dengan konsumsi BBM paling sedikit 20 km per liter atau bahan bakar lain yang setara. 

"Ketentuan jenis BBM harus memenuhi spesifikasi minimal Research Octane Number (RON) 92 untuk motor bakar cetus api dan Cetane Number (CN) 51 untuk diesel."

ANGGA SUKMA WIJAYA


09.35 | 0 komentar | Read More

4 Syarat Agen Mobil Dapat Pajak Murah

TEMPO.CO,  Jakarta - Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat memberikan empat syarat bagi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang ingin memperoleh fasilitas perpajakan atau insentif program mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC).

Syarat tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

"Pertama, setiap ATPM wajib memberikan hasil uji konsumsi bahan bakar, uji ketentuan teknis, bukti visual penggunaan tambahan merek Indonesia, termasuk model dan logo yang mencerminkan Indonesia," demikian siaran pers dalam situs resmi Kementerian Perindustrian, Senin, 15 Juli 2013.

Syarat kedua, setiap perusahaan wajib memberikan data dan bukti realisasi investasi, manufaktur motor penggerak (mesin), transmisi, dan axle, termasuk rencana menggunakan komponen lain dari pasokan lokal. "Keempat, seluruh ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan sebelumnya wajib lolos verifikasi oleh lembaga surveyor independen."

Jika tidak memenuhi keempat peryaratan tersebut, ATPM tidak bisa mendapat potongan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM). "Menteri akan menerbitkan surat penetapan penerima insentif program LCGC paling lambat 12 hari kerja sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dan benar."

Sebelumnya, ATPM Toyota, PT Toyota Astra Motor memperkirakan produksi mobil murah mencapai 5 ribu unit per bulan. Presiden Direktur PT Toyota, Jhonny Darmawan, mengatakan, jika aturannya produksinya sudah diselesaikan oleh pemerintah, mobil murah ramah lingkungan mencapai produksi stabil pada bulan ketiga. "Pada bulan awal mungkin belum sebanyak itu, tapi nanti pasti sampai ke situ," katanya, Sabtu, 13 Juli 2013.

Jhonny menjelaskan, untuk memproduksi mobil murah ini Toyota menggandeng pabrikan Jepang lain, Daihatsu. Kerja sama ini membuat target produksi 5 ribu unit tidak terlalu sulit. Dari awal produksi akan terus terjadi peningkatan jumlah hasil produksi hingga bulan ketiga dan selanjutnya produksi akan stabil di 5 ribu unit. 

ANGGA SUKMA WIJAYA | RAMADHANI


09.35 | 0 komentar | Read More

Pertamina Akuisisi 5 Aset SPBU Petronas

Written By Unknown on Minggu, 14 Juli 2013 | 09.35

Sejumlah mobil travel terparkir di SPBU Petronas di Jalan Ir H Djuanda, Bandung, Jawa Barat, setelah SPBU ini merubah fungsi menjadi travel mobil antar kota, (23/10). TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO , Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah mengakuisisi 5 aset milik PT Petronas Niaga Indonesia. SPBU Petronas di Polonia, Medan menjadi aset ke lima yang dibeli dengan ditandatanganinya akta jual beli pada Jumat, 12 Juli 2013.

"Kami sudah akuisisi 5 lokasi, 4 SPBU di Cibubur, BSD, Alam Sutera dan Polonia, serta satu tanah kosong di Juanda, Surabaya," kata Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko kepada Tempo, Sabtu, 13 Juli 2013.

Suhartoko mengatakan masih ada 4 aset Petronas Niaga Indonesia lainnya yang akan segera diakuisisi Pertamina. Sebelumnya Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menyebutkan ingin mengakuisisi 9 aset Petronas Niaga Indonesia.

"Minggu depan 2 SPBU lagi, Fatmawati dan Dago, Bandung. Paling akhir SPBU Kalimalang dan Pekayon," kata Suhartoko.

Pihak Pertamina menyatakan perubahan nama dan logo SPBU akan dilakukan dalam waktu dekat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat PT Petronas Niaga Indonesia memiliki 19 SPBU di Indonesia. April lalu, Hanung mengatakan setelah mengikuti tender, Pertamina memenangkan tender untuk 9 lokasi SPBU dan aset tanah Petronas.

Petronas, perusahaan minyak dan gas bumi asal Malaysia ini sudah menghentikan operasi sejumlah SPBU mereka di Jakarta sejak 31 Agustus 2012.

BERNADETTE CHRISTINA

Berita Terhangat:
Bara LP Tanjung Gusta | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | Tarif Progresif KRL | Bencana Aceh

Terpopuler
Kerabat SBY, Abraham: Terlibat Pasti Tersangka
Khofifah: Kenapa Takut Pada Saya?
Ini Pidato Lengkap Malala Yousafzai di PBB 
Ini Pesan Khusus Menteri Dahlan untuk Erik Meijer
Begini Pramono Edhie Masuk Daftar Capres Demokrat 
Pabrik Nganggur, Lexus Malah Bikin Sepeda  


09.35 | 0 komentar | Read More

Pemerintah Stabilkan Harga Daging Sapi Pekan Ini

TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengklaim pemerintah dapat menstabilkan harga daging sapi pada pekan ini. Pemerintah pada saat ini sedang menggenapi keputusan untuk menambah pasokan melalui intervensi pasar sebanyak 3 ribu ton oleh Bulog.

"Pada hari Selasa akan masuk 500 ton, lalu selama seminggu akan masuk melalui Bandara Soekarno Hatta sebanyak 300 ton," kata Hatta Rajasa usai rapat kabinet terbatas di Base Ops TNI Angkatan Udara Halim, Sabtu, 13 Juli 2013.

Ia menyatakan, pemerintah akan mendatangkan sebanyak 2,2 ribu ton melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang diperkirakan tiba pada 25 Juli mendatang. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga sudah mengklaim sebanyak 109 ribu ekor sapi akan siap dipotong. "Sebanyak 39 ribu ekor sudah dipotong," kata Hatta.

Dua langkah ini adalah jawaban atas instruksi presiden untuk menjaga harga daging sapi pada tingkat wajar. Pemerintah sendiri menetapkan harga wajar daging sapi adalah Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu. Sehingga peternak dan pengimpor tetap mendapat untung. "Harga ini sesuai dengan tahun 2012. Ini arahan dari presiden dalam rapat," kata dia.

Sebagai langkah antisipasi, Hatta juga mengklaim akan melakukan evaluasi terhadap sistem tata niaga saat ini. Sistem tersebut diduga telah menciptakan distorsi stabilitas harga.

Dalam rapat kabinet hari ini, Hatta melaporkan kepada presiden ada empat komoditi dari 11 komoditi yang dikategorikan sebagai volatile food. Keempat komoditi tersebut adalah Cabai Rawit sebesar 63 persen, bawang merah sebesar 49 persen, daging ayam sebesar 19 persen, dan telur sebesar 9 persen. "Cabai dan bawang karena gagal panen akibat hujan yang terus turun. Panen tertunda hingga Agustus," kata Hatta.

FRANSISCO ROSARIANS

Berita Terhangat:
Bara LP Tanjung Gusta | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | Tarif Progresif KRL | Bencana Aceh

Terpopuler
Kerabat SBY, Abraham: Terlibat Pasti Tersangka
Khofifah: Kenapa Takut Pada Saya?
Ini Pidato Lengkap Malala Yousafzai di PBB 
Ini Pesan Khusus Menteri Dahlan untuk Erik Meijer
Begini Pramono Edhie Masuk Daftar Capres Demokrat 
Pabrik Nganggur, Lexus Malah Bikin Sepeda 


09.35 | 0 komentar | Read More

Gita: Izin Impor Daging Sebaiknya Satu Atap

TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui birokrasi impor masih memerlukan perbaikan. Salah satunya dengan menerapkan perizinan satu atap dalam pengurusan izin impor. "Satu atap perizinan perlu dilakukan agar jelas mengenai apakah izin diperoleh, kapan dan berapa lama," kata Gita kepada Tempo, Sabtu, 13 Juli 2013.

Gita menjelaskan rekomendasi teknis dari kementerian teknis selalu diperlukan sebelum izin impor dikeluarkan. Khususnya untuk impor daging, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, ketentuan rekomendasi impor merupakan amanat UU No 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Dalam beleid tersebut, setiap importir produk hewan diwajibkan memperoleh izin pemasukan dari Menteri Perdagangan setelah mendapat rekomendasi dari Menteri Pertanian. Peraturan ini juga diturunkan dalam Peraturan Menteri Pertanian No 50 tahun 2011 tentang Rekomendasi Persetujuan Pemasukan Karkas, Daging, Jeroan, dan/atau Olahannya ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia dan Peraturan Menteri Perdagangan No 22 tahun 2013 tentang Ketentuan Impor dan Ekspor Hewan dan Produk Hewan.

Senada dengan koleganya, Suswono sepakat bahwa perizinan impor daging perlu dilakukan lewat satu pintu agar proses lebih cepat. "Untuk importasi memang Kementerian Perdagangan yang menjadi lead, karena Surat Persetujuan Impor diterbitkan Kementerian Perdagangan," kata Suswono ketika dihubungi secara terpisah.

Suswono mengatakan sudah ada contoh perizinan impor satu atap pada produk pertanian yaitu untuk impor produk hortikultura, yang menurutnya berjalan baik. Gita berharap perizinan impor daging satu atap bisa segera dilakukan. "Sesegera mungkin (perizinan satu atap) agar kepentingan rakyat terpenuhi. Transparansi dan efisiensi perizinan akan membantu dalam menjaga stabilitas harga," kata Gita.

Sabtu, 12 Juli 2013 dalam Rapat Kabinet Terbatas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan kemarahan dan kekecewaannya atas harga pangan yang terus membumbung. Dalam rapat yang digelar di Base Ops TNI Angkatan Udara, Halim, Jakarta, Presiden meminta penjelasan Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian dan Kepala Bulog mengenai penyebab lambatnya stabilisasi harga daging sapi.

Presiden marah dan kecewa karena kebijakan harga daging sudah lama dibahas, tapi belum menghasilkan perbaikan. Pasalnya, menurut Presiden kebijakan stabilisasi harga daging sapi sudah dibahas jauh-jauh hari sebelum Ramadan, bahkan sebelum pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi pada Juni 2013.

BERNADETTE CHRISTINA


Berita Terhangat:

Bara LP Tanjung Gusta | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | Tarif Progresif KRL | Bencana Aceh

Terpopuler
Kerabat SBY, Abraham: Terlibat Pasti Tersangka
Khofifah: Kenapa Takut Pada Saya?
Ini Pidato Lengkap Malala Yousafzai di PBB
Ini Pesan Khusus Menteri Dahlan untuk Erik Meijer
Begini Pramono Edhie Masuk Daftar Capres Demokrat
Pabrik Nganggur, Lexus Malah Bikin Sepeda


09.35 | 0 komentar | Read More

Sapi Melimpah, Malang Akan Kirim Daging ke Jakarta

Written By Unknown on Sabtu, 13 Juli 2013 | 09.35

TEMPO.CO , Malang - Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang menjajaki memasok daging beku ke Jakarta. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan daging yang terus meningkat di Jakarta. Apalagi, kebutuhan daging melonjak menjelang lebaran mendatang. "Dikirim 300-400 ton per bulan," kata Direktur RPH Malang, Djoko Sudadi, Jumat 12 Juli 2013.

RPH Malang memasok daging ke Jakarta, katanya, menyusul menurunnya daya beli masyarakat sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sementara harga daging terus melambung tinggi mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Dampaknya, warga Kota Malang memilih menghemat uang belanja dan membeli sumber protein lain selain daging.

Sementara banyak sapi di kandang RPH yang batal dipotong. Sebab, jika selama ini setiap hari memotong 70 ekor kini turun menjadi 50 ekor. Dampaknya, biaya pembelian pakan terus membengkak sehingga RPH merugi. Untuk menyiasati kerugian itu, RPH bekerjasama dengan peternak di Malang bakal memotong sapi untuk memenuhi pasokan daging ke Jakarta.

Harga sapi naik semula Rp 27 ribu per kilogram naik menjadi 36 ribu. Sedangkan keuntungan akan dibagi antara peternak dan RPH Kota Malang. Persediaan sapi yang melimpah, katanya, menjadi peluang untuk memasok daging ke Jakarta. Mengingat kebutuhan daging di Jakarta mencapai ribuan ton per bulan.

Sejumlah peternak sapi di Malang menyambut positif rencana pengiriman daging ke Jakarta. Sentra penggemukan sapi potong di jalan Sanan Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Kota Malang menggunakan bibit sapi peranakan brahma, limusin dan santa. Sedangkan harga jual sapi potong mencapai Rp 17 juta-Rp 20 juta.

"Asal mengungtungkan," kata salah seorang peternak, Ghozali. Para peternak memanfaatkan limbah industri tempe berupa kulit kedelai dan air rebusan tempe. Populasi sapi di kawasan sentra tempe ini mencapai 1.000 ekor lebih. Peternak menggemukkan sapi selama lima bulan hingga siap potong.

EKO WIDIANTO

Topik Terhangat:
Karya Penemu Muda | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | Tarif Progresif KRL | Bencana Aceh

Baca Juga:
Ini Pengakuan Penulis Buku SD 'Porno' Anak Gembala 
Alex Noerdin Batal Jadi Gubernur Sumatera Selatan
Sefti Ingin Jenguk Fathanah di Bilik Asmara 


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger