Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Asian Agri Cari Pinjaman untuk Lunasi Utang Pajak  

Written By Unknown on Jumat, 31 Januari 2014 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum PT Asian Agri, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan sisa denda utang pajak Asian Agri sebesar Rp 1,8 triliun akan lunas pada Oktober 2014. Ia mengatakan sebagai bentuk jaminan untuk melunasi seluruh denda itu, Asian Agri mengeluarkan bilyet giro sebanyak 126 lembar yang nantinya dapat dicairkan setiap bulannya.

General Manager PT Asian Agri Freddy Widjaya mengatakan untuk membiayai sisa utang denda pajak Rp 1,8 triliun, Asian Agri akan mengupayakan segala sumber dana baik eksternal maupun internal. "Eksternal bisa saja dari pinjaman," kata Freddy di Jakarta, Kamis, 30 Januari 2014.

Ia mengatakan demi kelangsungan hidup dan kepastian kepada 25 ribu karyawan dan 29 ribu petani plasma, Asian Agri akan mengupayakan berbagai cara pendanaan untuk melunasi utang denda kepada negara hingga Oktober 2014. (Baca juga : Aset Asian Agri Masih Bisa Disita Kembali)

Freddy mengaku tidak mengerti detail angka mengenai sumber-sumber pendanaan yang akan digunakan untuk melunasi utang Asian Agri. "Saya enggak ngerti detail angkanya karena saya bukan orang keuangan," kata Freddy. Ia mengatakan perlu mengecek kepada bagian keuangan mengenai besaran dana dan kemungkinan pilihan mengajuan pinjaman untuk melunasi hutang.

Menurut Freddy, Asian Agri akan melihat semua potensi yang dimiliki untuk menyelesaikan perkara utang tersebut. Freddy menolak berkomentar mengenai kemungkinan penjualan minyak sawit mentah (CPO) produksi mereka dapat memenuhi biaya cicilan yang harus mereka bayarkan. Ia mengatakan volume produksi CPO Asian Agri per tahun berkisar 1 juta ton. (Baca juga : Asian Agri Bayar Denda untuk Lindungi Karyawan)

Untuk diketahui, majelis hakim kasasi Mahkamah Agung dalam putusannya 18 Desember 2012 mengatakan Asian Agri menggunakan surat pemberitahuan dan keterangan palsu dalam pembayaran pajak. Majelis hakim yang dipimpin Djoko Sarwoko menetapkan mantan Manajer Pajak Asian Agri, Suwir Laut, melanggar Undang-Undang tentang Perpajakan dan divonis 2 tahun penjara dengan masa percobaan 3 tahun.

Adapun Asian Agri dinyatakan kurang membayar pajak selama periode 2002-2005 senilai Rp 1,25 triliun. Mahkamah memerintahkan perusahaan yang didirikan Sukanto Tanoto ini membayar kekurangan pajak plus denda Rp 1,25 triliun. Sebelumnya atas putusan tersebut, pihak Asian Agri menyatakan akan mengajukan peninjauan kembali. (Baca juga : Kejaksaan Akhiri Pemblokiran Aset Asian Agri)

Selain berurusan dengan Mahkamah Agung, Asian Agri juga berurusan dengan Direktorat Jenderal Pajak yang menagih piutang pajak dan denda terhadap 14 anak usaha Asian Agri sebesar Rp 1,959 triliun. Tidak terima dengan tagihan itu, Asian Agri mengajukan keberatan, namun ditolak oleh Direktorat Jenderal Pajak. Asian Agri lantas menyatakan banding ke pengadilan pajak pada Agustus 2013 lalu.

MAYA NAWANGWULAN

Terpopuler :
Alasan Foxconn Hijrah dari Cina ke Indonesia
Pemasok untuk iPhone Bedol Desa? BKPM: Tunggu Saja
Banjir, Seribuan Perajin Tahu Tempe Rugi
Otoritas Bandara Wilayah III Pacu Bandara Baru
Asian Agri Bayar Denda untuk Lindungi Karyawan  


09.35 | 0 komentar | Read More

Asian Agri Susun Strategi Ajukan Pengajuan Kembali

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa Hukum PT Asian Agri Group, Yusril Ihza Mahendra tengah menyusun strategi untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung. Peninjauan Kembali, kata Yusril, sebenarnya ingin langsung diajukan, namun terganjal karena Asian Agri bukan terpidana. "Terpidananya kan Suwir Laut, kami bukan terpidana tapi disuruh bayar," kata Yusril di Kawasan Bisnis Terpadu Sudirman, Kamis, 30 Januari 2014.

Suwir Laut, lanjut Yusril, bisa saja mengajukan PK. Tapi, menurut dia, Suwir tak punya kepentingan, karena yang dihukum adalah Asian Agri. "Saya masih kaji dan diskusikan bagaimana caranya," kata Yusril. (Baca juga : Asian Agri Cari Pinjaman untuk Lunasi Utang Pajak)

Yusril menyesalkan keputusan MA yang menghukum kliennya, padahal tidak pernah diadili. "Prinsipnya, seseorang tak bisa dihukum tanpa diadili," kata dia. Namun Yusril meminta kliennya membayar sebagai bentuk menghormati penegakan hukum. "Bayar saja dulu, nanti kami tempuh jalur hukum," ujar dia.

Asian Agri Group akhirnya menyanggupi membayar denda dan utang pajak Rp 2,5 triliun. Perusahaan Sukanto Tanoto ini, akan mencicil pembayaran tersebut. Menurut Jaksa Agung Basrief Arief, Asian Agri merasa jika membayar tunai, akan mengganggu jalannya perusahaan. (Baca juga : Aset Asian Agri Masih Bisa Disita Kembali)

Untuk tahap pertama, Asian Agri telah membayar Rp 719 miliar pada 28 Januari 2014 lalu. "Proses transfer ke kas negara sudah rampung," kata Basrief, di kantornya, Kamis, 30 Januari 2014.

Sisanya, dibayar dalam bentuk 126 lembar Bilyet Giro yang kini ditipkan di Bank Mandiri. Bilyet Giro tersebut, kata Basrief, akan cair setiap tanggal 30 hingga bulan Oktober 2014 mendatang. "Rp 200 miliar setiap bulan," kata dia. (Baca juga : Asian Agri Bayar Denda untuk Lindungi Karyawan )

TRI ARTINING PUTRI

Terpopuler :
Alasan Foxconn Hijrah dari Cina ke Indonesia
Pemasok untuk iPhone Bedol Desa? BKPM: Tunggu Saja
Banjir, Seribuan Perajin Tahu Tempe Rugi
Ini Alasan Mendatangkan Kedelai dari Amerika
Asian Agri Bayar Denda untuk Lindungi Karyawan  


09.35 | 0 komentar | Read More

BEI Yakin Arus Modal Keluar Bisa Diantisipasi

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito, mengatakan investor lokal saat ini sudah cukup dewasa menghadapi kemungkinan pengalihan investasi atau flight to quality yang dilakukan oleh investor asing. Kedewasaan para investor lokal terjadi selama lima tahun terakhir sejak krisis di tahun 2008. Dengan begitu, otoritas bursa yakin arus modal keluar (capital outflow) bisa diantisipasi.

Kekhawatiran akan munculnya arus modal keluar, terjadi setelah pada Kamis dini hari kemarin Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) memutuskan untuk kembali memangkas dana stimulusnya sebesar US$ 10 miliar per bulan menjadi US$ 65 miliar per bulan. Kebijakan itu mulai berlaku pada Februari 2014, mempertimbangkan ekonomi Negeri Abang Sam yang dinilai sudah mulai pulih dari resesi. (Baca juga : OJK : Arah Perekonomian Global Sudah Berubah)

Akhir tahun lalu The Fed mengumumkan pemangkasan stimulus program pembelian obligasi di pasar senilai menjadi US$ 75 miliar per bulan berlaku pada Januari 2014. Sebelumnya The Fed menggelontorkan stimulus US$ 85 miliar per bulan untuk membeli kembali aset-aset berharga di pasar untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Menurut Ito, ada isu beberapa yang mengakibatkan investor melakukan flight to quality. Misalnya isu pengurangan stimulus oleh Bank Sentral Amerika Serikat (tapering off), defisit neraca pembayaran, serta defisit anggaran pendapatan dan belanja negara. "Memang tercatat sejak Mei 2013 investor banyak yang melakukan aksi jual," kata Ito di Jakarta, Kamis, 30 Januari 2014. (Baca juga : Chatib : Waspadai Pelarian Modal)

Ito mengatakan para investor mudah percaya melihat rilis yang berupa angka. Untuk itu mereka harus ditunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup aman.

Ito mengatakan, pada 2008 lalu indeks sempat anjlok hingga 50 persen. Ini membuat para investor asing panik dan memicu aksi jual oleh investor lokal juga. Akhirnya pada tahun selanjutnya, yaitu 2009 dan 2010, BEI melakukan upaya edukasi kepada para investor. Hasilnya terlihat pada 2011, Indonesia memang sempat terkena dampak melemahnya nilai tukar euro, tapi dengan resiliensi atau daya tahan yang tinggi, dampak tersebut tak terlalu berpengaruh. (Baca juga : Awas Efek The Fed, US$ 18 Miliar Dana Asing Kabur)

Adapun tahun ini, saat Pemilu, nilai indeks diperkirakan akan naik. Pada Pemilu 2004, indeks naik hingga 44,56 persen, adapun pada Pemilu 2009 kenaikannya hingga 86,96 persen. Untuk tahun ini indeks diperkirakan tetap naik tinggi walaupun tak akan melampaui pemilu sebelumnya. "Untuk itu bagi para investor saya imbau segera berinvestasi, jangan tunggu pemilu usai," ujarnya.

FAIZ NASHRILLAH

Terpopuler :
Alasan Foxconn Hijrah dari Cina ke Indonesia
Pemasok untuk iPhone Bedol Desa? BKPM: Tunggu Saja
Banjir, Seribuan Perajin Tahu Tempe Rugi
Otoritas Bandara Wilayah III Pacu Bandara Baru
Asian Agri Bayar Denda untuk Lindungi Karyawan  


09.35 | 0 komentar | Read More

The Fed Pangkas Stimulus Jadi US$ 65 Miliar  

Written By Unknown on Kamis, 30 Januari 2014 | 09.35

TEMPO.CO, Washington - Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), pada Rabu siang waktu Washington (atau Kamis dini hari waktu Indonesia), akhirnya mengumumkan akan kembali memangkas stimulus sebesar US$ 10 miliar per bulan dalam program pembelian kembali obligasi di pasar. Langkah itu mempertimbangkan ekonomi negeri Abang Sam dinilai sudah mulai pulih dari resesi.

Seperti dilansir The New York Times, 29 Januari 2014, keputusan The Fed diumumkan setelah selama dua hari para anggota dewan gubernur melakukan pertemuan Komite Federal Pasar Terbuka (FOMC). The Fed optimistis ekonomi Amerika akan tumbuh lebih cepat setelah bertahun-tahun mengalami pelemahan sejak krisis finansial mendera negara itu pada 2009. (Baca juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Naik ke Level 4.360)

Dengan keputusan itu, maka The Fed mengurangi dana stimulus untuk program pembelian kembali obligasi di pasar menjadi sebear US$ 65 miliar per bulan. Pada akhir tahun lalu, The Fed mengumumkan akan memangkas dana stimulus sebesar US$ 10 miliar dari anggaran awal sebesar US$ 85 miliar per bulan menjadi US$ 75 miliar per bulan mulai Januari 2014. Adapun dana stimulus US$ 65 miliar per bulan mulai berlaku pada Februari 2014.

Para analis memperkirakan pada Maret mendatang The Fed berpotensi kembali memangkas dana stimulusnya, mempertimbangkan putusan The Fed saat ini. Meski begitu The Fed tetap mempertahankan suku bunga acuannya untuk bunga jangka pendek di level hampir nol persen. (Baca juga : Investor Tunggu Sentimen Baru Eropa dan Amerika )

Keputusan itu mempertimbangkan angka pengangguran di Negeri Abang Sam belum mencapai target di bawah 6,5 persen. Pada Desember 2013, angka pengangguran Amerika dilaporkan masih 6,7 persen. Jika nantinya angka pengangguran bisa ditekan di bawah 6,5 persen, maka The Fed akan mempertimbangkan menaikkan suku bunga acuannya.

Pernyataan resmi The Fed mengungkapkan pertumbuhan ekonomi telah menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan dalam beberapa kuartal terakhir. The Fed optimistis penguatan ekonomi akan terus berlanjut tahun ini. Meski begitu The Fed tidak menyinggung soal gejolak ekonomi yang terjadi di negara berkembang dalam beberapa waktu terakhir akibat isu pengurangan stimulus (tapering off) oleh The Fed tersebut. (Baca juga : Forum Davos, Negara Berkembang Fokus Tangani KURS)

Setelah pengumuman The Fed, harga saham di bursa Amerika Serikat turun lebih tajam melanjutkan pelemahan hingga penutupan perdagangan.

THE NEW YORK TIMES | ABDUL MALIK

Terpopuler :
Akuisisi XL dan Axis, DPR Minta Kajian Kementerian 
Truk Dilarang Masuk Jalur Ambles Cipularang 
Listrik 10 Wilayah Jakarta-Tangerang Masih Padam
Pertamina Minta Aparat di Daerah Bencana Awasi BBM 
Pelayanan Garuda Akan Pindah ke Terminal 2 Juanda 
Hari Ini IHSG Diperkirakan di Level 4.289-4.315


09.35 | 0 komentar | Read More

Lenovo Akuisisi Motorola dari Google US$ 2,91 M  

TEMPO.CO, New York - Perusahaan teknologi informasi asal Cina, Lenovo Group Limited, akhirnya resmi mengakuisisi divisi bisnis telepon genggam Motorola dari Google Inc, senilai US$ 2,91 miliar. Angka itu merupakan nilai akuisisi terbesar di industri teknologi di Cina. Langkah itu seiring target Lenovo untuk meningkatkan pangsa di pasar telepon genggam di Amerika Serikat bersaing dengan Apple Inc.

Seperti dilansir Reuters 29 Januari 2014, akuisisi ini diumumkan oleh petinggi Google, Larry Page, pada Rabu waktu setempat (Kamis dini hari waktu Indonesia). Meskipun telah diakuisisi Lenovo, Google masih akan tetap memiliki mayoritas hak paten Motorola mempertimbangkan nilai aset Motorola. (Baca juga : Moto G, Ponsel Murah Keluaran Motorola)

Page menjelaskan bahwa kesepakatan itu menunjukkan bahwa pasar telepon pintar kini semakin sengit. Dia menjamin transaksi itu tidak akan mempengaruhi target Google untuk ekspansif di bisnis perangkat keras. Google telah membeli Motorola senilai US$ 12,5 miliar pada 2012. Dari angka itu Google membayar US$ 3,7 miliar untuk paten Motorola dengan asumsi tidak ada nilai kerugian setelah nantinya unit produksi telepon genggam itu di bawah kendali Google.

Dengan kepemilikan Motorola, Lenovo akan berpeluang semakin ekspansif di pasar Amerika Serikat. Pabrikan asal Cina itu akan memiliki kesempatan untuk mengadopsi sistem teknologi Motorola di pasar android segmen menengah ke atas (high end). Lembaga riset IDC melaporkan pangsa pasar Lenovo di pasar telepon pintar pada kuartal IV 2013 naik menjadi 4,9 persen di dunia dibandingkan kuartal IV 2013 sebesar 4,1 persen.

Pasca pengumuman transaksi, harga saham Google pada Rabu di bursa AS menguat 2,2 persen menjadi US$ 1.131 per saham. (Baca juga : Google dan Samsung Mulai Kerja Sama Paten)

Pekan lalu Lenovo menyatakan akan mengakuisisi bisnis server milik IBM untuk segmen menengah ke bawah (low end) senilai US$ 2,3 miliar.  Di pasar telepon pintar global, transaksi ini juga akan memberikan peluang bagi Lenovo untuk bersaing dengan Samsung Electronics, pabrikan asal Korea Selatan. Pada 2005, Lenovo juga memperkuat bisnisnya dengan membeli divisi bisnis komputer personal IBM. (Baca juga : Lenovo Akuisisi Bisnis Server IB)

"Dengan menggunakan Motorola dan Lenovo juga menggunakan brand IBM ThinkPad, maka akan membuat Lenovo mampu mengakses pasar lebih besar dan memperkuat pasarnya menjadi lebih masif," ujar Analis dari Forrester Research Frank Gillet.

Namun transaksi akusisi ini masih harus mendapatkan persetujuan otoritas terkait dari Cina dan Amerika Serikat.

REUTERS | ABDUL MALIK

Terpopuler :
Akuisisi XL dan Axis, DPR Minta Kajian Kementerian 
Truk Dilarang Masuk Jalur Ambles Cipularang 
Pelayanan Garuda Akan Pindah ke Terminal 2 Juanda 
Pertamina Minta Aparat di Daerah Bencana Awasi BBM 
Listrik 10 Wilayah Jakarta-Tangerang Masih Padam


09.35 | 0 komentar | Read More

Soal Temuan Beras Impor, Chatib Panggil Bea Cukai

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan akan memanggil Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono untuk menjelaskan soal temuan beras impor asal Vietnam di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. "Belum tahu saya, saya baru mau minta pak agung ketemu saya," kata Chatib Basri Menteri Keuangan ketika ditemui di kantornya, Rabu, 29 Januari 2014.

Ia mengatakan akan bertanya pada Direktorat Jenderal Bea Cukai mengenai kode harmonization system (Kode HS) pada beras impor tersebut. "Saya harus tanya dulu sama bea cukai, kadang-kadang itu persoalannya kayak begini di lapangan itu HS kan kode statistik. Tapi kalau barangnya mirip gimana? Itu enggak gampang, coba bayangin kalau sudah berton-ton kaya begitu," kata Chatib. (Baca juga : BPK Usut Beras Impor Vietnam)

Di hari yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan semua klasifikasi komoditas beras ditetapkan oleh Kementerian Keuangan. "Bukan Kementerian Perdagangan yang mengusulkan sistem HS Code beras," kata Bayu usai menghadiri seminar di Ritz Carlton Kuningan.

Ia mengatakan kode HS pada beras ditetapkan oleh Bea Cukai. Kesaaman nomor kode pabean pada dua jenis beras impor Vietnam menyebabkan beras jenis biasa dengan kualitas medium beredar di Pasar Induk Cipinang. Sebelumnya Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Susiwiyono membenarkan beras Vietnam membanjiri pasaran. Ia mengatakan beras tersebut masuk ke Indonesia secara legal karena dilengkapi Surat Pemberitahuan Impor dari Kementerian Perdagangan. (Baca juga : Dalih Bea-Cukai Meloloskan Beras Vietnam)

Para pedagang beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, mengeluhkan membanjirnya beras Vietnam. Pedagang mengungkapkan, belasan ribu ton beras yang masuk pasar induk harganya lebih murah Rp 500 per kilogram. Akibatnya, harga beras lokal anjlok.

Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia, Billy Haryanto, mengungkapkan, beras Vietnam yang beredar di Cipinang merupakan beras jenis biasa dengan kualitas medium. Harga per kilogramnya lebih murah Rp 500 dibanding beras lokal dengan kualitas yang sama. "Sampai ada yang dioplos karena takut ketahuan," ujarnya. (Baca juga : Impor Beras Vietnam Memakai Kode Beras Khusus?)

MAYA NAWANGWULAN

Terpopuler :
Akuisisi XL dan Axis, DPR Minta Kajian Kementerian 
Truk Dilarang Masuk Jalur Ambles Cipularang 
Pelayanan Garuda Akan Pindah ke Terminal 2 Juanda 
Pertamina Minta Aparat di Daerah Bencana Awasi BBM 
Listrik 10 Wilayah Jakarta-Tangerang Masih Padam


09.35 | 0 komentar | Read More

Dilarang, Perusahaan Ini Nekad Ekspor Pasir Besi  

Written By Unknown on Rabu, 29 Januari 2014 | 09.35

TEMPO.CO, Bandung - Meskipun sudah dilarang, banyak ditemukan perusahaan yang nekat tetap menambang pasir besi dan ingin mengekspornya ke Cina. Penyidik tindak pidana tertentu Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat akhirnya menetapkan CV KS sebagai tersangka kasus pelanggaran pertambangan pasir besi dan lingkungan di kawasan pesisir Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. CV KS diduga menambang pasir besi tanpa izin pemerintah.

"CV KS kami tetapkan sebagai tersangka karena mereka terbukti tak memiliki izin usaha pertambangan pasir besi di Cipatujah," ujar Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu Polda Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar Ade Harianto, di kantornya, Selasa, 28 Januari 2014. (Baca juga: Pengusaha Pasir Besi Tasikmalaya Jadi Tersangka)

Dalam waktu dekat, kata dia, penyidik akan memeriksa tersangka. "Berdasarkan Undang-Undang Pertambangan, tersangka kasus bisa orang dan/atau korporasi. Penanggung jawab CV KS, KT, sudah kami panggil untuk diperiksa sebagai tersangka," kata Ade, tanpa merinci siapa penanggung jawab yang dimaksud.

Selain CV KS, penyidik juga tengah menelisik dugaan pelanggaran oleh empat perusahaan penambang lainnya. Tiga di antaranya merupakan perusahaan penambangan di Cipatujah, yakni CV GS, CV AS, dan PDUP Tasikmalaya. Satu lagi perusahaan di pesisir Sindang Barang, Kabupaten Cianjur, PT CK. (Baca juga : Pemerintah: Ekspor Mineral Mentah Tetap Dilarang)

"CV KS milik warga beralamat setempat. CV AS milik orang Jakarta. CV GS milik pemodal asal Cina. PDUP milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya," kata Ade. Sejauh ini, penyidik baru menetapkan tersangka CV KS. "Seiring perkembangan penyidikan nanti bisa saja tersangkanya bertambah," katanya.

Selain itu, ia melanjutkan, masih ada satu perusahaan penambang di Cipatujah, yakni PT PC, yang disidik Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat. "Yang satu ini disidik oleh penyidik Badan Pengelola Lingkungan. Mungkin yang ini nantinya kena sanksi administrasi," ujar Ade.

Ade menjelaskan, perusahaan-perusahaan tersebut dijerat Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara serta Undang-Undang tentang Pengelolaan Pesisir Pantai. Di Cipatujah, perusahaan penambang bekerja atas persetujuan PD UP. "Timbal-baliknya setiap perusahaan menyetor Rp 10 ribu per ton kepada PDUP," kata dia. (Baca juga: Meski Ditentang, Pemda Jember Nekat Buka Tambang )

"Diduga karena cuma terima setoran Rp 10 ribu per ton itu pihak PDUP malas mengontrol perusahaan-perusahaan tersebut. Direktur Utama PDUP berinisal Tn sudah kami periksa, tetapi belum ditetapkan sebagai tersangka," katanya.

Ade mengatakan sejauh ini penyidik sudah mengamankan sejumlah barang bukti dari beberapa perusahaan yang tengah ditelisik. Di antaranya adalah lima unit alat berat ekskavator, empat unit loader, lima unit separator (penyaring pasir kasar menjadi konsentrat pasir besi) serta genset.

"Juga 80 ribu ton konsentrat (besi), 1000 ton raw material (pasir kasar yang belum disaring menjadi konsentrat). Sejumlah dokumen perusahaan diamankan, termasuk dokumen perjalanan pengiriman konsentrat ke pelabuhan di Cilacap untuk ekspor ke Cina," kata dia menjelaskan.

Polisi, kata dia, pun sudah memasang garis polisi di lokasi penambangan. Peralatan eskavator diamankan di halaman kantor kecamatan setempat karena halaman kantor polsek tak cukup. "Kalau separator tak bisa kami amankan di luar lokasi penambangan karena itu kan ditanam di lokasi penambangan," kata dia.

ERICK P. HARDI (BANDUNG)

Terpopuler :
Sidang Paripurna Kebijakan Energi Nasional Ricuh
Sogok Pakai Kartu ATM, Modus Digemari di Bea-Cukai
iPhone 5 dan iPad Mini Dongkrak Laba Apple
BI: Uang Berstempel Prabowo Tak Layak Pakai
Dahlan: Bulog Merasa Aneh Ada Beras Vietnam


09.35 | 0 komentar | Read More

Hari ini Rupiah Masih di Zona Merah

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset Trust Securities Reza Prijambada mengatakan hari ini Rabu 29 Januari 2014, rupiah berpotensi masih berada di zona merah. Menurut dia, menguatnya nilai tukar (kurs) mata uang Korea Selatan, won pasca terjadinya aksi jual, kenaikan data-data makro Korea Selatan, hingga mata uang India ruppe dengan kenaikan suku bunga acuan India (RBI) rate menjadi 8 persen, dianggap belum mampu mendorong nilai tukar rupiah menguat hari ini.

"Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah terapresiasi jelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Laju rupiah jauh berada di bawah support Rp 12.225, serta Rp12.288-Rp12.241 (kurs tengah Bank Indonesia)," kata Reza dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 Januari 2014. (Baca juga : Regional Menguat, Rupiah Justru Melemah)

Reza mengatakan rupiah sempat bergerak menguat di pertengahan sesi perdagangan kemarin. Laju saham Asia yang kembali variatif cenderung terkoreksi. Menurut dia, pelaku pasar mulai menahan diri mengantisipasi pertemuan Komite Pasar Terbuka The Fed dan sedikit menanggapi negatif perlambatan pertumbuhan kinerja emiten-emiten industri Cina.

"Di sisi lain, pelaku pasar juga wait and see terhadap krisis keuangan di Argentina menyusul terdevaluasinya mata uang peso yang memicu aksi jual besar-besaran hampir mayoritas mata uang negara berkembang," katanya. (Berita terkait : Rupiah pada Semester Dua Diprediksi Menguat )

Selain itu, aksi jual juga dipicu naiknya suku bunga acuan Bank Sentral India. "Adanya kenaikan keyakinan bisnis dan konsumen Korea Selatan belum dapat mengimbangi pelemahan yang terjadi," kata Reza.

Berdasarkan kurs tengah BI, Selasa kemarin rupiah diperdagangkan melemah di level Rp 12.267 per dolar AS dibandingkan perdagangkan Senin Rp  12.198 per dolar AS.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Terhangat:
Banjir Jakarta | Cipularang Ambles | Pemilu Serentak | Jokowi Nyapres | Gempa Kebumen

Terpopuler :
Sidang Paripurna Kebijakan Energi Nasional Ricuh 
Sogok Pakai Kartu ATM, Modus Digemari di Bea-Cukai
iPhone 5 dan iPad Mini Dongkrak Laba Apple 
BI: Uang Berstempel Prabowo Tak Layak Pakai 
Dahlan: Bulog Merasa Aneh Ada Beras Vietnam  


09.35 | 0 komentar | Read More

Hari Ini IHSG Diperkirakan di Level 4.289 - 4.315

Tamu undangan memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan kamera telepon genggam usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1). Pembukaan perdagangan saham tersebut di buka oleh Wakil Presiden Boediono. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset Trust Securities Reza Prijambada mengatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini diperkirakan akan berada pada level support 4.289-4.315 dan resisten 4.349-4.368.

Reza mengatakan pada Selasa kemarin IHSG dapat melaju di zona hijau. "Padahal, perkiraaan awal potensi pelemahan terhadap indeks cukup besar," katanya Rabu 29 Januari 2014. (Baca juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Naik ke Level 4.360)

Variatifnya laju bursa sahan Asia dan koreksi kurs rupiah yang masih dalam, tidak menghalangi IHSG kemarin untuk menguat dan menyentuh level 4.353,86 (level tertinggi) di akhir sesi satu dan menyentuh level 4.293,99 (level terendah) di awal sesi satu dan berakhir di level 4.341,65.

"Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," katanya.

Analis dari PT Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza Mihardja juga memprediksi IHSG bakal melanjutkan penguatan terbatas hari ini. "Indeks diperkirakan bergerak variatif cenderung menguat di level 4.305-4.365." (Baca juga : IHSG Bangkit, Kesempatan Beli Saham Murah)

Perdagangan hari ini akan dipengaruhi oleh data keyakinan konsumen Amerika Serikat yang diperkirakan tetap di level 78,1 persen. Kenaikan suku bunga India yang naik di atas ekspektasi dari 7,75 persen menjadi 8 persen juga turut memberikan sentimen pasar pada hari ini. "Beberapa saham yang dapat diperhatikan adalah Bank BNI (BBNI), Kalbe Farma (KLBF), Pembangunan Perumahan (PTPP), dan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN)," kata Christandi.

ANGGA SUKMA WIJAYA | M. AZHAR (PDAT)

Terpopuler :
Sidang Paripurna Kebijakan Energi Nasional Ricuh 
Sogok Pakai Kartu ATM, Modus Digemari di Bea-Cukai
iPhone 5 dan iPad Mini Dongkrak Laba Apple 
BI: Uang Berstempel Prabowo Tak Layak Pakai 
Dahlan: Bulog Merasa Aneh Ada Beras Vietnam  


09.35 | 0 komentar | Read More

Karyawan Merpati Mogok, Dahlan: Itu Wajar

Written By Unknown on Selasa, 28 Januari 2014 | 09.35

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan terkait dengan kisruh di maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), yaitu adanya penundaan pembayaran gaji karyawan, pihaknya sudah mengupayakan yang terbaik. "Wajar, kalau saya enggak digaji ya mogok, enggak mau kerja," ujar Dahlan ketika ditemui setelah acara penandatanganan nota kesepahaman dengan kantor berita ABC, di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2014.

Menurut Dahlan, dia sudah mengupayakan penyehatan Merpati dengan membentuk anak perusahaan baru. Selain itu, Kementerian BUMN sudah memisahkan anak perusahaan yang masih bagus, yaitu Merpati Maintenance Facility (MMF), untuk dijual ke Perusahaan Pengelola Aset (PPA). "Nanti jika Merpati sudah sehat, MMF bisa diambil kembali oleh Merpati," ujar Dahlan. (Baca juga: Merpati Tak Boleh Utang Avtur Lagi  )

Nantinya uang yang didapat dari penjualan MMF bisa digunakan untuk operasional Merpati sebelum mendapatkan mitra untuk kerja sama operasi (KSO). Namun, terkait dengan hal ini, Kementerian BUMN masih menunggu Kementerian Keuangan untuk persetujuan uang pembelian MMF oleh PPA.

"Masih menunggu Kementerian Keuangan. Kalau swasta kan cuma melalui pemegang saham, kalau perusahaan pemerintah harus mendapat persetujuan Kementerian Keuangan," ujar Dahlan. (Baca juga: Penerbangan Merpati di NTT Dihentikan)

Sebelumnya, Ketua Forum Pegawai Merpati Sudiyarto menjelaskan sejak tiga bulan lalu atau mulai bulan November 2013, karyawan Merpati mulai dari pilot, pramugari hingga staf belum mendapat gaji. Walhasil khusus pilot, ini yang memicu rencana mogok pada 25 Januari lalu. Para pilot menuntut hak yang belum dibayarkan sejak November 2013.

GALVAN YUDISTIRA

Terpopuler :
Suap di Bea Cukai, Kubu STAN vs Non-STAN Meruncing
Bos Bea-Cukai Terseret Kasus Suap Anak Buahnya
Pengusaha Ini Diduga di Balik Suap Bea Cukai
Bosnya Tewas, Saham Tata Motors Anjlok
JK: Capres Belum Berani Tawarkan Harga BBM Naik


09.35 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger